Penyebab Bulu Anak Anjing Rontok dan Cara Mengatasinya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyebab bulu anak anjing rontok berlebihan (alopecia) sangat beraneka ragam, mulai dari infeksi hingga iritasi karena parasit. Berikut beberapa penyebab paling umum menurut laman American Kennel Club:
Infeksi bakteri
Infeksi jamur seperti kurap
Alergi
Parasit seperti kutu
Kudis yang disebabkan oleh tungau
Genetik
Kekurangan vitamin
Gangguan endokrin atau hormonal, seperti penyakit Cushing dan hipotiroidisme
Kemoterapi untuk mengobati kanker
Perubahan hormon
Luka atau trauma
Penuaan
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apa Itu Alopecia?
Mengutip PetMD, alopecia merujuk pada kondisi kerontokan bulu parah yang dialami anjing, yang membuat bulunya menipis, bahkan botak. Sebenarnya, anjing memang sering mengalami kerontokan bulu, tapi ini bagian dari siklus hidup folikel rambutnya. Ketika bulu itu rontok, akan tumbuh bulu baru dari folikelnya.
Sedangkan pada kondisi alopecia, folikel rambut mengalami kelainan, sehingga mengalami rontok secara berlebihan, dan sulit untuk tumbuh lagi. Kondisi ini dapat menyerang semua ras anjing dan pada usia berapa pun.
Ras Anjing yang Rentan Mengalami Alopecia
Meskipun alopecia bisa menyerang semua ras anjing, tapi ada beberapa ras yang lebih rentan. Apa saja?
Bully
Dachshund
Chihuahua
Boston Terriers
Chesapeake Bay Retriever
Siberian Husky
Malamut Alaska
German Shepherd
Chow Chow
Labrador Retriever
Pudel
Bichon Frise
Great Dane
Anjing Newfoundland
Anjing Gembala Shetland
Anjing Air Portugal
Apakah Makanan Berpengaruh pada Kerontokan Bulu Anjing?
Makanan dapat terhadap kerontokan bulu dan kesehatan kulit anjing. Dikutip dari laman VCA Animal Hospital, jika anjing mengonsumsi makanan yang tidak mengandung cukup protein atau lemak, bulunya bisa kering, kusam, rapuh, dan rontok.
Untuk anjing dewasa, kadar protein dalam makanannya harus 25–30%, sedangkan kadar lemak di kisaran 10–15%. Untuk anak anjing, asupan proteinnya harus lebih banyak lagi, yakni 30–35%, dan lemak sebanyak 15–30%.
Baca Juga: 6 Rekomendasi Makanan yang Bagus untuk Bulu Anjing
Bagaimana Cara Mengatasi Bulu Rontok pada Anak Anjing?
Dikutip dari PetMD, beberapa shampo yang dijual bebas serta produk topikal khusus bisa membantu mengatasi masalah kerontokan bulu anak anjing. Rekomendasi shampo untuk kesehatan bulu anjing dijelaskan di dalam artikel ini.
Namun, solusi tersebut hanya berguna jika penyebab kerontokan bulu adalah infeksi bakteri, jamur, atau parasit. Apabila kerontokan terjadi karena gangguan hormon atau penyakit, dibutuhkan resep obat dari dokter hewan.
Sedangkan untuk kerontokan karena faktor genetik, biasanya tidak butuh perawatan selama kualitas hidup anjing tidak terpengaruh.
Kapan Harus Menemui Dokter Hewan Terkait Kerontokan pada Anak Anjing?
Temui dokter hewan jika anak anjing Anda mengalami kerontokan parah yang disertai dengan gejala berikut:
Gatal
Bau busuk
Kulitnya teriritasi atau terinfeksi
Perubahan perilaku
Hewan peliharaan lain atau manusia yang berinteraksi dengan anak anjing tiba-tiba mengalami iritasi kulit.
Kesimpulan
Kerontokan bulu parah pada anjing sampai nyaris botak disebut alopecia.
Alopecia disebabkan oleh kelainan folikel rambut anjing, yang membuat bulunya rontok dalam jumlah berlebih dan sulit untuk tumbuh lagi.
Salah satu penyebab paling umum bulu rontok pada anak anjing adalah infeksi bakteri dan infeksi jamur seperti kurap.
Ada beberapa ras anjing yang rentan terkena alopecia, seperti bully, siberian husky, dan pudel.
Kerontokan bulu pada anak anjing bisa diatasi dengan penggunaan shampo atau produk topikal khusus.
Segera temui dokter hewan apabila anak anjing mengalami kerontokan parah disertai gejala gatal dan bau busuk.
