Konten dari Pengguna

Penyebab Mata Anak Kucing Berair yang Perlu Diwaspadai

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak kucing. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak kucing. Foto: Pexels

Mata berair pad anak kucing bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Mengetahui penyebabnya sangat penting untuk menentukan pengobatan yang tepat. Mengutip laman The Vets, berikut beberapa penyebab umum mata berair pada anak kucing.

  • Alergi: Serbuk sari, debu, jamur, dan iritan lingkungan lainnya bisa memicu peradangan yang meningkatkan produksi air mata.

  • Masalah kornea: Goresan, luka (ulkus), atau kelainan pada kornea dapat menyebabkan iritasi dan produksi air mata berlebih.

  • Konjungtivitis: Peradangan pada konjungtiva (selaput tipis di kelopak mata) akibat infeksi, alergi, atau iritasi yang ditandai dengan mata berair dan kemerahan.

  • Infeksi: Infeksi bakteri, virus, atau jamur pada mata maupun saluran pernapasan atas dapat menyebabkan mata meradang dan mengeluarkan cairan.

  • Trauma: Cedera seperti goresan atau benturan di area sekitar mata bisa memicu peradangan dan robekan berlebih.

  • Glaukoma: Kondisi serius yang meningkatkan tekanan dalam mata, menimbulkan rasa sakit, produksi air mata berlebihan, hingga berisiko kehilangan penglihatan.

  • Benda asing: Debu, serpihan tanaman, atau bulu halus yang masuk ke mata bisa menyebabkan iritasi dan mata terus berair.

  • Saluran air mata tersumbat: Ketika saluran air mata tak mengalir dengan baik (karena bawaan lahir, infeksi, atau peradangan), cairan bisa meluap keluar dari mata.

Daftar isi

Kapan Harus Membawa Anak Kucing ke Dokter Hewan Jika Matanya Berair?

Sebagian kasus mata berair bisa sembuh sendiri, tetapi ada kondisi yang memerlukan penanganan medis segera. Menurut laman Chewy, segera bawa anak kucing ke dokter hewan jika:

  • Mata berair terus-menerus lebih dari 24 jam

  • Sulit membuka atau menjaga mata tetap terbuka

  • Keluar cairan bening, kuning, atau hijau dari mata

  • Menyipitkan mata atau sering menggaruk area mata

  • Terlihat mata memerah atau mata membengkak

  • Ada luka atau benda asing pada mata

  • Anak kucing tampak lemas dan kurang aktif

Pengobatan untuk Mata Berair pada Kucing

Perawatan mata berair bergantung pada penyebabnya. Masih mengutip laman The Vets, beberapa bentuk pengobatan umum meliputi:

  • Pengangkatan benda asing dari dalam mata

  • Obat tetes atau salep antibiotik untuk infeksi bakteri

  • Pereda nyeri dan obat antiradang jika mata terasa sakit atau meradang

  • Tindakan pembedahan, untuk kasus serius seperti cedera kornea atau pertumbuhan bulu mata yang abnormal.

Cara Membersihkan Mata Anak Kucing yang Berair

Untuk membantu penyembuhan, bersihkan mata anak kucing dengan kapas atau tisu yang dibasahi air hangat. Usap lembut dari arah dalam ke luar. Jika anak kucing terus mengucek atau menggaruk matanya, pasang cone pelindung agar kondisinya tidak memburuk.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Kutu pada Anak Kucing dengan Aman

Kesimpulan

  • Mata anak kucing berair bisa karena alergi, infeksi, trauma, benda asing, hingga gangguan bawaan seperti saluran air mata tersumbat.

  • Waspadai jika masalah mata berair berlangsung terus menerus, keluar lendir, anak kucing sulit membuka mata atau tampak lemas.

  • Bersihkan mata dengan kapas dan air hangat sebagai pertolongan awal.

  • Segera bawa ke dokter jika kondisi tak membaik dalam 1–2 hari.