Peran Indonesia dalam KAA yang Berpengaruh Terhadap Dunia

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konferensi Asia Afrika (KAA) merupakan pertemuan antar negara-negara Asia dan Afrika untuk menjalin kerja sama. Hal ini karena sebagian besar negara di dua kawasan tersebut baru saja merdeka dari penjajahan Eropa.
Jadi, mereka berkumpul untuk membicarakan berbagai masalah sosial, ekonomi, hingga kolonialisme. Lantas, apa saja peran Indonesia dalam KAA? Berikut ini penjelasan lengkapnya.
1. Pelopor Terselenggaranya KAA
Merujuk informasi di buku Ilmu Pengetahuan Sosial 3 untuk SMP/MTs Kelas IX susunan Ratna Sukmayani dkk, pencetus diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika adalah Mr. Ali Sastroamijoyo yang saat itu menjabat Perdana Menteri Indonesia.
Gagasannya disetujui oleh India, Pakistan, Sri Lanka, dan Burma. Untuk mempersiapkan KAA, mereka pun melaksanakan sejumlah konferensi pendahuluan, yakni:
a. Konferensi Colombo
Konferensi Colombo dilaksanakan pada 28 April hingga 2 Mei 1954. Tujuannya untuk membicarakan agresi komunis serta persenjataan nuklir yang mengancam negara ketiga atau negara berkembang. Konferensi ini dihadiri oleh:
Indonesia - Ali Sastroamidjojo
India - Pandit J. Nehru
Pakistan - Mohammad Ali Jinah
Burma (Myanmar) - PM U Nu
Sri Lanka - Sir John Kotelawala
Dalam konferensi tersebut, dihasilkan keputusan-keputusan berikut ini:
Indo-Cina harus dimerdekakan dari imperialisme Prancis.
Kemerdekaan bagi Tunisia dan Maroko.
Menyetujui dan mengusahakan adanya Konferensi Asia Afrika.
b. Konferensi Bogor
Konferensi Bogor berlangsung pada tanggal 28-31 Desember 1954. Tujuannya untuk merencanakan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. Dari konferensi ini, terciptalah keputusan-keputusan berikut:
KAA akan dilaksanakan di Bandung pada tanggal 18-24 April 1955.
Memilih negara-negara yang akan diundang sebagai peserta dalam Konferensi Asia Afrika.
Menetapkan kelima negara peserta Konferensi Bogor sebagai negara sponsor KAA.
Menentukan agenda konferensi dan merumuskan pokok-pokok tujuan KAA.
2. Tuan Rumah Pelaksanaan KAA
Peranan lain Indonesia dalam KAA adalah menjadi tuan rumah pelaksanaan konferensi. Konferensi pertama dilangsungkan di Gedung Merdeka, Bandung, pada 18-24 April 1955.
Konferensi ini dihadiri oleh 5 negara sponsor dan 24 negara undangan. Daftar negara yang diundang adalah sebagai berikut:
Filipina
Nepal
Thailand
Libanon
Vietnam Selatan
Republik Rakyat Cina
Vietnam Utara
Afghanistan
Laos
Iran
Turki
Irak
Jepang
Syria
Yordania
Saudi Arabia
Kamboja
Yunani
Mesir
Lybia
Sudan
Liberia
Ethiopia
Ghana
Konferensi Asia Afrika mempunyai pengaruh besar bagi dunia. Berikut ini beberapa di antaranya:
Ketegangan dunia berkurang.
Australia dan Amerika Serikat mulai berusaha menghapuskan diskriminasi ras di negaranya.
Belanda mulai kebingungan untuk menghadapi blok Afro-Asia di PBB.
3. Tempat Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika 2005
Lima puluh tahun setelah pelaksanaan KAA, 100 negara kembali bertemu di Bandung pada 19-24 April 2005. Mereka ingin menegaskan ulang bahwa semangat yang digalang pada 1955 lalu masih solid dan berlaku.
Konferensi ini menghasilkan Nawa Sila Bandung atau sembilan prinsip, yakni:
Pengakuan terhadap Dasa Sila Bandung yang dihasilkan dari KAA 1955;
Pengakuan atas keanekaragaman di luar dan dalam wilayah, termasuk sistem ekonomi, sosial, hingga tingkatan pembangunan;
Komitmen pada dialog terbuka, berlandaskan saling menghormati dan keuntungan bersama;
Memajukan kerja sama non-eksklusif dengan melibatkan seluruh stakeholders (pihak berkepentingan);
Pencapaian kerjasama praktis dan berkelanjutan berlandaskan keuntungan komparatif, kemitraan sejajar, visi dan pemilikan bersama, dan juga tekad bersama yang kuat untuk menangani tantangan-tantangan bersama;
Memajukan kemitraan berkelanjutan melalui inisiatif regional/subregional yang sudah ada di Asia dan Afrika;
Memajukan masyarakat yang adil, demokratik, terbuka, bertanggung jawab, dan harmonis;
Memajukan dan melindungi hak-hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan dasar, termasuk hak untuk membangun;
Memajukan upaya-upaya kolektif dan terpadu dalam forum-forum multilateral.
Baca Juga: Tokoh-Tokoh Konferensi Asia Afrika (KAA) yang Hadir di Bandung Tahun 1955
