Konten dari Pengguna

Peran Indonesia dalam KAA yang Berpengaruh Terhadap Dunia

Hendro Ari Gunawan
Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
14 Oktober 2025 17:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Peran Indonesia dalam KAA yang Berpengaruh Terhadap Dunia
Indonesia memiliki peran yang sangat signifikan dalam Konferensi Asia Afrika (KAA). Apa saja peran Indonesia dalam KAA? Simak selengkapnya dalam artikel ini.
Hendro Ari Gunawan
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Konferensi Asia Afrika (KAA). Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Konferensi Asia Afrika (KAA). Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Konferensi Asia Afrika (KAA) merupakan pertemuan antar negara-negara Asia dan Afrika untuk menjalin kerja sama. Hal ini karena sebagian besar negara di dua kawasan tersebut baru saja merdeka dari penjajahan Eropa.
ADVERTISEMENT
Jadi, mereka berkumpul untuk membicarakan berbagai masalah sosial, ekonomi, hingga kolonialisme. Lantas, apa saja peran Indonesia dalam KAA? Berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Pelopor Terselenggaranya KAA

Merujuk informasi di buku Ilmu Pengetahuan Sosial 3 untuk SMP/MTs Kelas IX susunan Ratna Sukmayani dkk, pencetus diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika adalah Mr. Ali Sastroamijoyo yang saat itu menjabat Perdana Menteri Indonesia.
Gagasannya disetujui oleh India, Pakistan, Sri Lanka, dan Burma. Untuk mempersiapkan KAA, mereka pun melaksanakan sejumlah konferensi pendahuluan, yakni:

a. Konferensi Colombo

Konferensi Colombo dilaksanakan pada 28 April hingga 2 Mei 1954. Tujuannya untuk membicarakan agresi komunis serta persenjataan nuklir yang mengancam negara ketiga atau negara berkembang. Konferensi ini dihadiri oleh:
ADVERTISEMENT
Dalam konferensi tersebut, dihasilkan keputusan-keputusan berikut ini:

b. Konferensi Bogor

Konferensi Bogor berlangsung pada tanggal 28-31 Desember 1954. Tujuannya untuk merencanakan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. Dari konferensi ini, terciptalah keputusan-keputusan berikut:

2. Tuan Rumah Pelaksanaan KAA

Peranan lain Indonesia dalam KAA adalah menjadi tuan rumah pelaksanaan konferensi. Konferensi pertama dilangsungkan di Gedung Merdeka, Bandung, pada 18-24 April 1955.
Konferensi ini dihadiri oleh 5 negara sponsor dan 24 negara undangan. Daftar negara yang diundang adalah sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
Konferensi Asia Afrika mempunyai pengaruh besar bagi dunia. Berikut ini beberapa di antaranya:

3. Tempat Pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika 2005

Lima puluh tahun setelah pelaksanaan KAA, 100 negara kembali bertemu di Bandung pada 19-24 April 2005. Mereka ingin menegaskan ulang bahwa semangat yang digalang pada 1955 lalu masih solid dan berlaku.
Konferensi ini menghasilkan Nawa Sila Bandung atau sembilan prinsip, yakni:
ADVERTISEMENT