Perbedaan Mobil Listrik dan Hybrid, Mana yang Lebih Efisien?

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan mobil listrik dan hybrid terletak pada sistem penggeraknya. Mobil listrik sepenuhnya menggunakan tenaga baterai dan motor listrik, sementara mobil hybrid menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik. Keduanya dirancang untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang, namun dengan teknologi yang berbeda.
Menurut U.S. Department of Energy, mobil hybrid mampu mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 30% dibandingkan kendaraan konvensional. Namun, mobil listrik sepenuhnya tidak menggunakan bahan bakar sama sekali.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Apa Itu Mobil Listrik?
Mobil listrik yaitu kendaraan roda empat yang sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik yang mendapatkan energi dari baterai isi ulang.
Mobil ini tidak ada mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE), sehingga tidak menghasilkan emisi langsung. Contohnya adalah Tesla Model 3, Hyundai Ioniq 5, dan BYD Atto 3.
Jika dirincikan, berikut ciri-ciri mobil listrik:
100% tenaga dari baterai.
Harus diisi ulang menggunakan charging station.
Tidak memerlukan bahan bakar fosil sama sekali.
Jarak tempuh tergantung kapasitas baterai (rata-rata 300–500 km).
Efisiensi tinggi karena lebih dari 80% tenaga baterai digunakan untuk menggerakkan roda.
Apa Itu Mobil Hybrid?
Mobil hybrid (Hybrid Electric Vehicle / HEV) adalah kendaraan roda empat yang menggunakan dua sumber tenaga, yakni mesin bensin dan motor listrik.
Dalam kondisi tertentu (seperti kecepatan rendah atau saat akselerasi), mobil hybrid akan berpindah ke motor listrik. Di kondisi lain, mesin bensin akan mengambil alih.
Contohnya seperti Toyota Prius, Honda CR-V Hybrid, dan Suzuki Ertiga Hybrid. Berikut ciri-ciri mobil hybrid:
Mengisi ulang baterai dari putaran mesin atau pengereman regeneratif.
Tidak perlu di-charge dari luar.
Menggunakan bensin sebagai sumber utama.
Jarak tempuh tidak dibatasi karena bisa diisi bensin kapan saja.
Efisiensi energi lebih rendah dibanding mobil listrik murni.
Lebih Baik Pilih Mobil Listrik atau Hybrid?
The New York Times menjelaskan, mobil listrik ideal bagi mereka yang mencari kendaraan ramah lingkungan dengan biaya operasional rendah dan siap dengan keterbatasan jarak tempuh serta infrastruktur pengisian.
Sementara itu, mobil hybrid cocok untuk mereka yang menginginkan keseimbangan antara efisiensi bahan bakar, jarak tempuh yang lebih jauh, dan kemudahan pengisian daya tanpa perlu mengandalkan infrastruktur khusus.
Kesimpulan
Mobil listrik dan hybrid berbeda dari segi sistem penggeraknya. Mobil listrik sepenuhnya menggunakan motor listrik dan baterai, tanpa mesin bensin, sehingga tidak menghasilkan emisi.
Sebaliknya, mobil hybrid menggabungkan mesin bensin dan motor listrik, sehingga lebih hemat bahan bakar namun masih menghasilkan emisi.
Mobil listrik cocok untuk pengguna yang ingin bebas emisi dan siap dengan infrastruktur charging terbatas. Di sisi lain, mobil hybrid lebih fleksibel untuk penggunaan harian karena bisa tetap menggunakan bensin tanpa perlu pengisian daya khusus.
Baca juga: Perbedaan Kacamata Minus dan Silinder, Apa Saja?
(NDA)
