Perkembangan Oplet dan Angkot dari Masa ke Masa di Jakarta

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Oplet dan angkot adalah jenis kendaraan umum yang punya sejarah panjang, khususnya di kota Jakarta. Oplet merujuk pada mobil berukuran kecil yang punya satu pintu di bagian belakang sebagai jalan masuk penumpang, sedangkan angkot (angkutan kota) merupakan moda transportasi yang kapasitasnya lebih banyak dari taksi, tapi tidak sebesar bus.
Untuk memahami kedua transportasi umum tersebut, simak sejarah perkembangan oplet dan angkot dari masa ke masa berikut ini.
1. Masa Kejayaan Oplet
Dikutip dari buku Kisah-kisah Edan Seputar DJakarta Tempo Doeloe susunan Zaenudin HM, masa kejayaan oplet di Jakarta terjadi pada era 1950-1970-an. Namun, sebenarnya oplet sudah ada sejak tahun 1930-an.
Oplet merupakan hasil modifikasi dan kreasi para warga Jakarta pada waktu itu. Mereka memodifikasi mobil Jeep, Austin, dan Morris menjadi angkutan umum yang bisa mengangkut beberapa orang. Makanya, bentuknya unik dan cat pada bodinya sering kali tidak mulus seperti mobil buatan pabrik.
2. Oplet Dapat Izin Trayek Resmi
Merujuk penjelasan kumparanOTO, oplet baru mendapatkan izin trayek atau jalur resmi pada tahun 1950-an. Trayeknya melayani rute berikut:
Jatinegara-Kota
Kampung Melayu-Tanah Abang
Kota-Tanjung Priok
Tanah Abang-Kebayoran Lama
Kebon Jeruk-Tanah Abang
Kebayoran Lama-Palmerah
3. Pemberhentian Izin Oplet
Seiring waktu, oplet semakin tua dan sering mengalami kerusakan di jalan, sehingga harus segera dipensiunkan. Gubernur DKI Jakarta yang menjabat kala itu, Tjokropranolo, akhirnya menghentikan izin operasi oplet pada tahun 1980.
Lalu, oplet digantikan dengan angkot atau mikrolet yang punya model lebih baru saat itu. Di momen inilah angkot akhirnya jadi moda transportasi favorit warga Jakarta.
4. Awal Kemunculan Angkot
Dikutip dari buku Investasi dan Reformasi Transportasi Kota susunan Mukhlis Yunus dkk., angkot pertama kali muncul pada tahun 1943, saat di mana Indonesia masih dijajah oleh Jepang.
Pada tahun 1946, angkot diintegrasikan ke dalam DAMRI (Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia), sehingga jadi bagian dari sistem transportasi umum. Pada akhirnya popularitas angkot atau mikrolet terus meningkat karena beberapa alasan berikut:
Angkot mampu mengakomodasi jumlah penumpang yang relatif kecil, biasanya sekitar 10 orang.
Ukuran angkot yang jauh lebih kecil dibandingkan bus membuatnya mudah menjelajahi Jakarta tanpa menyebabkan kemacetan lalu lintas secara signifikan.
Tarifnya relatif terjangkau sehingga bisa diakses oleh banyak orang.
5. Angkot Masuk ke Jakarta
Angkot punya nama yang berbeda-beda di berbagai wilayah Indonesia. Di Jakarta, angkot dikenal dengan nama mikrolet, dan hadir untuk menggantikan oplet yang dianggap sudah terlalu tua kala itu.
Tarif yang dikenakan kepada penumpang tergantung pada jarak tempuh. Rute lalu lintasnya pun jelas, serta dapat diidentifikasi dari warna atau kode huruf yang dipasang pada mikrolet.
Hingga saat ini, mikrolet masih terus beroperasi di Jakarta. Transportasi ini berjalan berdampingan dengan berbagai moda transportasi umum lainnya, seperti Mikrotrans, TransJakarta, dan lain-lain.
Baca Juga: Bernostalgia dengan Oplet, Embahnya Mikrolet dan Angkot di Ibukota
