Sabun Mandi Bayi: Ini Rekomendasi dan Tips Memandikan si Kecil

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memilih sabun mandi bayi jangan hanya mempertimbangkan wangi atau mereknya. Kulit bayi yang masih tipis dan sensitif membutuhkan formula khusus agar tetap lembap, sehat, dan terhindar dari iritasi.
Kesalahan memilih sabun dapat memicu beragam masalah seperti kulit kering, kemerahan, atau bahkan alergi. Karena itu, orang tua perlu memahami kriteria sabun yang aman serta cara mandi yang benar untuk si kecil.
Mengapa Sabun Bayi Diformulasikan Berbeda?
Sabun bayi diformulasikan berbeda karena kulit si kecil sangat halus dan rentan iritasi. Skin barrier bayi juga belum sebagus orang dewasa. Selain itu, kulitnya belum mampu mempertahankan kelembapan yang membuatnya cenderung kering.
Jika menggunakan sabun untuk orang dewasa, kulit bayi yang sensitif berisiko ruam dan iritasi. Kulit si kecil belum mampu menerima produk yang mengandung pewarna, paraben, parfum, dan bahan keras lainnya. Jadi, hindari bahan-bahan tersebut.
Kapan dan Bagaimana Bayi Dimandikan Pertama Kali?
World Health Organization (WHO) menganjurkan untuk menunda mandi pertama bayi hingga setidaknya 24 jam setelah lahir, atau minimal 6 jam jika kondisi memaksa. Sebaiknya mandikan bayi menggunakan sponge bath hingga tali pusar lepas, biasanya sekitar 1–2 minggu. Tujuannya untuk mengurangi risiko infeksi dan menjaga suhu tubuh bayi.
Frekuensi Mandi yang Ideal
Menurut Mayo Clinic, bayi tidak perlu dimandikan setiap hari. Sebab, mereka jarang berkeringat dan kotor sehingga perlu dimandikan sesering itu.
Mandi tiga kali seminggu sudah cukup untuk menjaga kebersihan bayi. Dengan catatan, area wajah, leher, dan selangkangan harus dibersihkan rutin saat ganti popok.
Tips Memandikan Bayi dengan Aman dan Nyaman
Sebaiknya mandikan bayi dengan durasi 5-10 menit menggunakan air hangat (bukan panas).
Jangan pernah meninggalkan bayi Anda sendirian di bak mandi walau hanya sedetik.
Pastikan ruangan untuk memandikan si kecil hangat.
Sebaiknya jangan langsung memandikan bayi setelah menyusu, saat ia lapar ataupun lelah.
Gunakan sabun bebas alkohol, pewangi, dan bahan keras lainnya.
Ajak bayi berbicara saat mandi untuk membangun ikatan emosional.
Rekomendasi Sabun Mandi Bayi Terbaik
Johnson’s Top-To-Toe Hair and Body Baby Bath – formulanya lembut dan mampu membersihkan kulit bayi sejak hari pertama mereka di dunia.
Zwitsal Baby Hair & Body Bath – mengandung 4x prebiotic moisturizer, aloe vera, dan pro-vitamin B5 untuk membersihkan sekaligus menjaga kelembapan kulit serta rambut bayi.
Cussons Baby Mild & Gentle Wash Doy – diperkaya dengan madu untuk menutrisi rambut dan kulit bayi, serta chamomile untuk menjaga kenyamanan kulit bayi.
Cetaphil Baby Wash & Shampoo with Organic Calendula – mengandung ekstrak calendula yang diambil dari bunga marigold untuk menenangkan kulit sensitif.
Pigeon 2-in-1 Baby Wash – terbuat dari ekstrak jojoba dan chamomile yang dapat menjaga kelembaban kulit dan rambut bayi
PureBB Baby Liquid Soap – formulanya alami, dengan oat kernel, chamomile, dan Pro Vit B5 untuk menjaga kelembapan serta mengurangi iritasi.
Cara Memilih Sabun yang Tepat
Prioritaskan produk yang bebas pewarna, alkohol, paraben, dan parfum. Prinsipnya adalah semakin sedikit ingredients dalam produk sabun, maka semakin baik.
Pilih sabun yang memiliki label pH seimbang dan hipoalergenik.
Sesuaikan produk dengan kebutuhan kulit bayi. Misalnya, jika kulit sangat sensitif atau berisiko alergi, pilih produk yang memiliki label khusus untuk kulit sensitif.
Kesimpulan
Frekuensi mandi sebaiknya 2–3 kali seminggu saja, hingga bayi aktif merangkak.
Tunda kegiatan mandi bayi hingga 24 setelah lahir. Gunakan sponge bath untuk memandikan si kecil sampai tali pusar lepas.
Saat memandikan bayi, pastikan ruangannya hangat dan menggunakan air hangat (bukan panas).
Pilih sabun yang lembut, bebas pewarna atu parfum, pH seimbang, dan mengandung bahan alami seperti chamomile atau calendula.
Jadikan mandi sebagai quality time untuk membangun ikatan emosional dengan anak.
Baca Juga: Bolehkah Bayi Mandi Usai Dipijat?
