Sejarah Munculnya Pesawat Pertama di Indonesia dan Perkembangannya

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perkembangan pesawat mencapai puncaknya pada abad ke-20. Saat itu, dua bersaudara asal Amerika Serikat, Orville dan Wilbur Wright, mencatat momen bersejarah dengan keberhasilannya meluncurkan pesawat yang dapat dikendalikan manusia.
Sejak saat itulah, era penerbangan modern dimulai dan berkembang pesat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Lantas, seperti apa sejarah munculnya pesawat pertama di Indonesia? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
1. Uji Coba Pertama Pesawat Terbang di Indonesia
Merujuk pada jurnal Menelusuri Jejak Awal Penerbangan di Indonesia (1913-1950-an) yang ditulis Dadan Adi Kurniawan, secara historis, penerbangan militer di Indonesia telah ada sejak dekade kedua pada abad 20, saat di mana Indonesia masih bernama Hindia Belanda.
Pada waktu itu, uji coba pertama dilakukan di Surabaya pada tanggal 19 Februari 1913 oleh Hilgers yang berkebangsaan Belanda. Pesawat yang digunakan diangkut dari Belanda menggunakan kapal laut milik pemerintah kolonial.
Sayangnya, uji coba ini gagal karena pesawat jatuh di Kampung Baliwerti. Ini menjadi kecelakaan penerbangan pertama di Indonesia.
2. Penerbangan Militer Pertama di Indonesia
Setelah melewati serangkaian uji coba yang ternyata lebih banyak berhasil ketimbang gagal, pemerintah kolonial Belanda akhirnya tertantang untuk melakukan penerbangan pertama ke Batavia (sekarang Jakarta). Berikut adalah rincian informasi mengenai penerbangan pertama:
Rute: Amsterdam ke Batavia
Tahun: 1924
Jenis pesawat: Fokker
Waktu tempuh: 55 hari dengan berhenti di 20 kota
3. Penerbangan Komersil Pertama di Indonesia
Pada tahun 1928, berdiri sebuah perusahaan maskapai penerbangan komersil di Hindia Belanda, yakni KNILM (Koninklijke Nederlandsch Indische Luchtvaart Maatschappij). Sahamnya terdiri dari hasil patungan berbagai perusahaan Eropa, pemerintah Hindia Belanda, dan beberapa perusahaan dagang lainnya.
Pada masa KNILM inilah, muncul penerbangan komersil pertama di Hindia Belanda. Rute yang dibuka pada waktu itu sebagai berikut:
Batavia-Bandung sebanyak sekali seminggu
Batavia-Surabaya (transit di Semarang) sebanyak sekali setiap hari
Batavia-Palembang sekali seminggu
Pekanbaru-Medan sekali seminggu
Pada masa itu, Hindia Belanda juga sudah memiliki bandara internasional, yakni Kemayoran Batavia (Jakarta Pusat). Bandara ini mulai beroperasi pada tahun 1940 dan melayani penerbangan ke Singapura serta Australia.
4. Maskapai Penerbangan Nasional Pertama di Indonesia
Dunia penerbangan Indonesia sempat vakum pada masa revolusi di akhir tahun 1940-an. Setelah itu, babak baru dimulai pada tahun 1950-an karena kondisi sosial politik yang sudah mulai kembali stabil .
Pada tahun 1950 pula pemerintah Indonesia mendirikan perusahaan penerbangan nasional pertama, yakni Garuda Indonesia Airways (GIA). Perusahaan penerbangan ini merupakan hasil nasionalisasi sebagian aset KNILM melalui diplomasi dengan perusahaan induk Belanda (KLM) pada tahun 1954.
Namun, saat itu penerbangan Indonesia masih didominasi maskapai asing seperti:
British overseas Airways Corporation (BOAC)
Quantas
Air India International
Scandinava Airlines System (SAS)
Transport Airlines Intercontinenteux (TAI)
Malayan Airways
Union of Burma Airways (UBA)
GIA mulai menunjukkan eksistensinya sejak akhir 1950-an, setelah pemerintah Indonesia mengesahkan UU Nasionalisasi Tahun 1958. Melalui undang-undang ini, pemerintah memberi dukungan penuh pada GIA dalam bentuk modal membeli beberapa pesawat komersil. Hasilnya, hingga saat ini GIA (sekarang Garuda Indonesia) menjadi maskapai penerbangan paling prestisius di Indonesia.
Baca Juga: Mengintip Sejarah Pesawat Terbang Beserta Perkembangannya
