Sejarah Songket, Benarkah Sudah Ada Sejak Zaman Kerajaan Sriwijaya?

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kain tenun songket konon merupakan salah satu jejak peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang menandakan kemakmuran kerajaan tersebut. Zaman dahulu, kain songket dibuat menggunakan benang emas yang berkilauan. Namun, ada juga kain songket biasa yang kerap jadi masyarakat umum. Simak sejarah songket selengkapnya di bawah ini.
1. Ragam Pendapat tentang Kemunculan Awal Songket
Dalam buku bertajuk Songket Palembang susunan Efrianto dkk, ada dua pendapat terkait kemunculan songket di Indonesia, yakni:
a. Ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya (1455-1659)
Ada yang berpendapat bahwa kerajinan songket telah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Pendapat ini didukung oleh motif-motif yang terdapat dalam kain songket Pelembang yang menggunakan binatang.
Motif binatang hanya ditemukan pada kesenian yang berkembang sebelum Islam masuk di Nusantara. Jadi, besar kemungkinan kain songket sudah ada sejak masa Kerajaan Sriwijaya.
Selain itu, kalau merujuk pada relief-relief yang terdapat di Candi Borobudur dan gua-gua batu, dapat disimpulkan bahwa kebudayaan menenun telah ada sejak zaman prasejarah.
b. Ada sejak zaman Kesultanan Palembang Darussalam (1659-1823)
Pendapat kedua mengatakan bahwa songket muncul bersamaan dengan lahirnya Kesultanan Palembang Darussalam. Saat itu, yang berhak dan pantas memakai songket adalah raja atau sultan, serta kerabat keraton. Songket yang dipakai oleh para istri sultan dan pembesar di Palembang merupakan pelengkap pakaian kebesaran.
Meskipun kedua pendapat di atas sama kuatnya, tapi pendapat pertama lebih diterima banyak orang. Tim dalam buku Songket Palembang pun lebih setuju songket lahir di era Sriwijaya, kemudian berkembang pesat saat masa Kesultanan Palembang.
2. Asal Muasal Songket di Zaman Sriwijaya
Dikutip dari Majalah Adiluhung Edisi 30 susunan Redaksi Majalah Adiluhung, asal muasal kain songket di Kerajaan Sriwijaya punya banyak versi, berikut beberapa di antaranya:
a. Kain songket muncul dari perdagangan Tiongkok dan India
Menurut hikayat rakyat Palembang, kain songket berawal dari perdagangan di antara Tiongkok dan India pada zaman dahulu. Orang Tiongkok menyediakan benang sutera sedangkan orang India menyumbang benang emas dan perak.
Dari benang tersebut, jadilah songket dengan pola-pola rumit. Konon, teknik tenun pada kain songket berasal dari utara. Namun, menurut penenun Terengganu, para pedagang India-lah yang memperkenalkan teknik menenun pertama kali di Palembang dan Jambi.
b. Kain songket lahir karena Sumatera punya banyak tambang emas
Menurut tradisi Indonesia, kain songket lahir di masyarakat Sriwijaya karena ada banyak tambang emas di pedalaman Jambi dan dataran tinggi Minangkabau. Bahkan, benang emas ditemukan di reruntuhan situs Sriwijaya di Sumatera, bersama dengan batu mirah delima yang belum diasah, serta potongan lempeng emas.
Meski begitu, hingga kini belum ada bukti pasti bahwa penenun lokal telah menggunakan benang emas di awal tahun 600-700-an. Jadi, songket mungkin dikembangkan dalam kurun waktu yang cukup lama di Sumatera.
Baca Juga: BRI Dorong UMKM Go Global, Songket Asal Sumbar Sukses Tembus Pasar Internasional
