Konten dari Pengguna

Snack untuk Anak Kucing yang Sehat dan Mengenyangkan

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi snack untuk anak kucing. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi snack untuk anak kucing. Foto: Unsplash

Ketika memilih snack untuk anak kucing, pilih camilan yang kaya protein, rendah kalori, dan dirancang khusus untuk tahap pertumbuhan anak kucing. Berikut beberapa rekomendasinya menurut Temptations.

  • Freeze‑dried single protein. Misalnya ayam atau salmon yang kaya protein dan mudah dicerna.

  • Crunchy kitten treats yang rendah kalori (<2 kkal per butir).

  • Snack dari wet food. Sedikit wet food sebagai snack membantu variasi nutrisi.

  • Potongan kecil daging matang (ayam, kalkun) bebas bumbu sebagai sumber protein langsung.

Daftar isi

Berapa Banyak Memberi Snack untuk Anak Kucing?

Umumnya, snack sebaiknya tidak lebih dari 5–10% dari total kalori harian anak kucing. Temptations menerangkan bahwa anak kucing (2–4 bulan) membutuhkan 150–300 kkal per hari, jadi snack sebaiknya <15–30 kkal. Berikan snack sebagai reward pas training atau bonding, bukan mengganti porsi makan utama.

Apakah Snack untuk Anak Kucing Berbeda dengan Kucing Dewasa?

Ilustrasi snack untuk anak kucing. Foto: Unsplash

Dikutip dari Tiki Pets, formulasi khusus anak kucing memiliki lebih banyak asam amino, DHA, dan taurin untuk mendukung pertumbuhan otak dan mata. Setelah usia 1 tahun, ganti ke snack untuk kucing dewasa secara bertahap.

Tips Memilih Snack untuk Anak Kucing

Jika bingung memilih snack untuk anak kucing, ikuti beberapa tips dari PetMD berikut ini.

  1. Pilih camilan sesuai tujuannya. Misalnya, camilan latihan harus berukuran kecil, menarik, mudah dimakan dengan cepat, dan rendah kalori, karena lebih dari beberapa camilan diberikan selama sesi pelatihan kucing.

  2. Sesuaikan tekstur camilan dengan preferensi, usia, dan kesehatan kucing. Camilan kucing tersedia dalam berbagai tekstur, yakni lembek, lembut, kenyal, dan renyah.

  3. Carilah rasa yang paling disukai kucing. Karena kucing adalah karnivora, sebagian besar camilan kucing tersedia dalam rasa daging yang biasanya mereka sukai.

  4. Pastikan camilan rendah kalori. Pertimbangkan camilan yang mengandung sekitar 2 kalori atau kurang per camilan dan pastikan Anda tak memberikan lebih dari 10% dari total kalori yang dialokasikan untuknya sebagai camilan dalam sehari.

  5. Jika kucing memiliki masalah kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter hewan untuk menemukan camilan yang diformulasikan untuk mengatasi masalah tersebut.

Bolehkah Anak Kucing Diberi Makanan Manusia sebagai Snack?

Ada beberapa jenis makanan manusia yang aman dikonsumsi anak kucing dalam porsi kecil, di antaranya:

  • Ayam atau kalkun rebus (tanpa bumbu).

  • Keju seukuran dadu sekitar <2x/minggu. Menurut PetMd, jenis keju yang bisa diberikan ke anak kucing, yaitu cheedar, parmesan, atau swiss.

  • Sayur atau buah seperti wortel, labu, dan bluberi bisa sesekali untuk variasi gizi.

Kesimpulan

  • Snack untuk anak kucing pastikan untuk pilih yang tinggi protein dan rendah kalori (<2 kkal).

  • Snack sebaiknya <10% kalori harian anak kucing.

  • Pilih camilan yang sesuai dengan preferensi, usia, dan kesehatan anak kucing.

  • Makanan manusia yang aman untuk anak kucing, yaitu ayam, keju, sayur, dan buah.

  • Konsultasikan ke dokter hewan jika ada masalah pencernaan atau kesehatan.

Baca Juga: Makanan Anak Kucing Baru Lahir, Ini Tips dan Cara Memberikannya