Tips Membeli Mobil Listrik yang Tepat sesuai Kebutuhan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tren mobil listrik kini sedang naik daun sebagai alternatif kendaraan ramah lingkungan yang hemat energi. Namun, sebelum memutuskan untuk beralih ke kendaraan ini, penting untuk memahami apa saja tips membeli mobil listrik. Simak ulasan mengenai berbagai aspek penting agar pembelian mobil sesuai dengan kebutuhan menurut laman Electric Car Guide dan Powy Energy.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
1. Pahami Kebutuhan dan Gaya Hidup
Sebelum memilih model mobil listrik tertentu, pertimbangkan dulu bagaimana penggunaan kendaraan sehari-hari:
Jika hanya berkendara di dalam kota, mobil listrik dengan jarak tempuh pendek hingga menengah sudah cukup. Namun, jika sering menempuh perjalanan jauh, pilih model dengan kapasitas baterai lebih besar.
Tentukan apakah mobil akan digunakan untuk pribadi, keluarga, atau kegiatan bisnis.
Pilih mobil dengan fitur yang sesuai kebutuhan utama, seperti keamanan, kenyamanan, atau sistem hiburan.
2. Perhatikan Kapasitas Baterai dan Jarak Tempuh
Kapasitas baterai mobil listrik diukur dalam satuan kWh (kilowatt-jam). Semakin besar kapasitasnya, semakin jauh jarak yang dapat ditempuh dalam sekali pengisian daya. Pastikan jarak tempuh mobil sesuai dengan pola penggunaan harian.
3. Pertimbangkan Infrastruktur Pengisian Daya
Infrastruktur pengisian daya adalah salah satu faktor krusial dalam memilih mobil listrik. Pastikan memiliki akses yang memadai untuk mengisi ulang baterai, baik di rumah maupun di luar.
Cek apakah di sekitar rumah atau rute harian terdapat SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).
Pastikan daya listrik di rumah cukup untuk memasang pengisi daya rumahan (home charger), dan pertimbangkan biaya instalasinya.
4. Hitung Total Biaya Kepemilikan
Meski biaya operasional mobil listrik cenderung lebih rendah dibandingkan mobil bensin, penting untuk menghitung total biaya kepemilikan secara menyeluruh:
Harga beli awal: Mobil listrik umumnya lebih mahal karena teknologi dan baterai yang digunakan.
Biaya servis: Lebih rendah karena lebih sedikit komponen mekanis dibandingkan mobil dengan mesin pembakaran internal.
Biaya baterai: Penggantian baterai bisa sangat mahal meski jarang dilakukan.
Pajak dan insentif: Mobil listrik umumnya mendapatkan keringanan pajak. Manfaatkan potongan pajak dan insentif kendaraan listrik jika tersedia.
Biaya operasional: Hitung biaya isi daya dibandingkan pengeluaran bahan bakar kendaraan konvensional.
5. Periksa Garansi Mobil Listrik
Baterai adalah komponen paling penting dan mahal pada mobil listrik. Oleh karena itu, pastikan mendapatkan perlindungan garansi yang memadai.
Cari tahu pula apakah produsen mobil memberikan garansi baterai apabila terdapat penurunan performa.
Pastikan juga garansi pada komponen mobil lainnya selain baterai.
Cari tahu bagaimana kebijakan produsen terkait penggantian baterai.
6. Pilih Merek dan Dealer yang Terpercaya
Banyaknya merek baru bermunculan di pasar, penting untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membeli.
Pilih merek mobil listrik yang bereputasi baik dan mendapat ulasan positif dari pengguna.
Pastikan ada jaringan bengkel resmi di kota tempat tinggal.
Beli melalui dealer resmi untuk memastikan keaslian produk, layanan purna jual, serta kemudahan klaim garansi.
Baca Juga: Cara Kerja Mobil Listrik, Transportasi yang Ramah Lingkungan
(SA)
