Konten dari Pengguna

Urutan Vaksin Anak Anjing sesuai Usianya yang Tepat

Hendro Ari Gunawan

Hendro Ari Gunawan

Penulis yang percaya setiap kata punya kekuatan. Spesialis di bidang teknologi, personal finance, dan otomotif.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hendro Ari Gunawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak anjing. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak anjing. Foto: Pexels

Memberikan vaksin sesuai jadwal sangat penting untuk melindungi anak anjing dari berbagai penyakit menular yang berbahaya. Vaksin biasanya diberikan secara bertahap berdasarkan usia anak anjing. Berikut urutan vaksinasi anak anjing yang dikutip dari laman PetMD:

  • Usia 6–8 minggu: Vaksin Distemper, Adenovirus (Hepatitis), Parvovirus, dan vaksin tambahan seperti Bordetella dan Parainfluenza.

  • Usia 10–12 minggu: Vaksin DHLPP (Distemper, Hepatitis/Adenovirus, Leptospirosis, Parainfluenza, dan Parvovirus). Vaksin tambahan seperti Lyme dan Canine Influenza bisa diberikan sesuai rekomendasi dokter hewan.

  • Usia 14–16 minggu: Vaksin ulangan DHLPP dan vaksin Rabies. Vaksin tambahan seperti Lyme dan Canine Influenza bisa diberikan jika dibutuhkan.

  • Setiap tahun: Anjing memerlukan vaksin booster tahunan untuk mempertahankan kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit tersebut.

Daftar isi

Jenis-jenis Vaksin untuk Anak Anjing

Vaksin anak anjing dibagi menjadi dua kelompok utama: core (wajib) dan non-core (tambahan). Mengacu pada informasi dari laman Rover, berikut penjelasannya:

1. Vaksin Core (Wajib)

Berikut vaksin yang sangat penting dan direkomendasikan untuk semua anak anjing:

  • Distemper

  • Adenovirus (Hepatitis)

  • Parvovirus

  • Leptospirosis

Biasanya, vaksin Distemper, Adenovirus, dan Parvovirus digabung dalam satu suntikan yang disebut vaksin DAP. Jika ditambah Parainfluenza, disebut DHPP, dan jika ditambah Leptospirosis, disebut DHLPP.

2. Vaksin Non-Core (Tambahan)

Vaksin ini diberikan sesuai risiko paparan di lingkungan tempat tinggal anjing:

  • Bordetella bronchiseptica

  • Virus parainfluenza

  • Canine influenza

  • Lyme disease

  • Rabies

Kapan Anak Anjing Harus Divaksin?

Ilustrasi anak anjing vaksin. Foto: Pexels

Anak anjing sebaiknya mulai divaksin sejak usia 6–8 minggu, karena pada masa ini antibodi dari induknya mulai menurun. Penting untuk menjaga konsistensi jadwal vaksin agar sistem kekebalan tubuhnya terbentuk secara optimal.

Apakah Aman Jika Jadwal Vaksin Terlambat?

Idealnya vaksinasi dilakukan tepat waktu. Namun jika terlambat, vaksinasi tetap bisa dilanjutkan. Dokter hewan akan menyusun ulang jadwal booster atau vaksin tahunan untuk memastikan anak anjing tetap terlindungi dari penyakit secara maksimal.

Efek Samping Setelah Vaksin

Masih mengacu pada laman PetMD, beberapa anak anjing dapat mengalami efek samping ringan setelah vaksinasi, seperti:

  • Lemas

  • Nafsu makan berkurang

  • Demam ringan

  • Bengkak di area suntikan

Efek ini biasanya membaik dalam 1–2 hari. Namun, jika muncul gejala seperti muntah, diare hebat, batuk terus-menerus, kulit gatal berlebihan, atau sesak napas, segera konsultasikan ke dokter hewan, karena itu bisa jadi reaksi alergi serius.

Kesimpulan

  • Memberikan vaksin ke anak anjing sesuai jadwal sangat penting untuk melindunginya dari penyakit serius.

  • Vaksin diberikan bertahap sejak usia 6–8 minggu, mencakup vaksin core seperti distemper, hepatitis, parvovirus, leptospirosis, dan rabies, serta vaksin tambahan sesuai kondisi lingkungan.

  • Pastikan vaksinasi tak terlewat dan lakukan booster tahunan agar kekebalan tetap terjaga.

  • Jika muncul efek samping, perhatikan gejalanya dan konsultasikan ke dokter hewan bila perlu.

Baca Juga: Cara Mengobati Anak Anjing Cacingan yang Terbukti Ampuh