Konten dari Pengguna

Bangga Jadi Anak Muda, Tapi Sudahkah Kita Bangga Bayar Pajak?

Devi herdiyanti

Devi herdiyanti

Mahasiswa Universitas Pamulang

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Devi herdiyanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak Muda dan Pajak: Urusan Siapa Sebenarnya?

Di media sosial, anak muda hari ini punya banyak cara untuk menunjukkan kepeduliannya. Ada yang ikut kampanye lingkungan, donasi online, atau bikin konten edukatif soal isu sosial. Tapi ada satu bentuk kepedulian yang jarang dibahas — yaitu pajak.

Banyak yang menganggap pajak itu urusan orang tua, perusahaan besar, atau pegawai negeri. Padahal, tanpa sadar, anak muda juga sudah berperan dalam penerimaan negara. Setiap kali kita belanja online, pesan kopi susu, langganan Spotify, atau beli tiket konser, kita sudah ikut bayar pajak.

Pajak Digital dan Gaya Hidup Anak Muda

Menurut data Kementerian Keuangan, penerimaan pajak digital terus meningkat setiap tahun. Dari PPN e-commerce, layanan streaming, sampai pajak transaksi UMKM online — semuanya berkontribusi besar bagi negara. Artinya, gaya hidup digital anak muda punya dampak langsung terhadap ekonomi Indonesia.

Namun, survei Katadata Insight Center (2023) menunjukkan bahwa lebih dari 60% anak muda masih belum memahami fungsi pajak secara mendalam. Banyak yang melihat pajak sebagai beban, bukan kontribusi. Padahal, uang pajak itu balik lagi ke masyarakat dalam bentuk fasilitas umum, subsidi pendidikan, hingga perbaikan jalan yang kita pakai setiap hari.

Kesadaran Pajak Dimulai dari Hal Kecil

Saya sendiri dulu berpikir, “Pajak itu urusan orang yang udah mapan.” Tapi setelah paham sistem kesadaran pajak digital, saya mulai sadar bahwa kontribusi kecil dari kita pun penting. Ketika kita belanja produk lokal dan membayar pajak dengan benar, kita sedang bantu ekonomi nasional tetap berputar.

Membayar pajak sebenarnya bisa jadi bentuk cinta yang nyata pada Indonesia. Sama seperti kita peduli lingkungan dengan bawa tumbler, atau dukung UMKM dengan beli produk lokal — bayar pajak juga aksi kecil yang berdampak besar.

Dari Slip Pembayaran ke Cinta Tanah Air

Kalau kita bisa bangga posting dukungan untuk Indonesia di media sosial, kenapa nggak bisa bangga juga jadi pembayar pajak yang sadar? Pajak bukan cuma angka di slip pembayaran, tapi simbol rasa memiliki terhadap negeri ini.

Anak muda hari ini punya pengaruh besar, bukan hanya lewat opini, tapi juga lewat tindakan nyata. Jadi, kalau kita benar-benar bangga jadi anak muda Indonesia, yuk tunjukkan lewat kontribusi yang paling sederhana — bangga bayar pajak.

Ilustrasi anak muda Indonesia yang menunjukkan semangat dan kesadaran membayar pajak sebagai bentuk cinta tanah air. (Sumber: ChatGPT, OpenAI Image Generator, 2025).