Konten dari Pengguna

Kuku yang Panjang Mencideraimu dan Orang Lain

Herwanda Nurlita Zahra

Herwanda Nurlita Zahra

Mahasiswi S1 Program Studi Ilmu Keperawatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Herwanda Nurlita Zahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber foto: https://www.freepik.com/free-photos-vectors/nail
zoom-in-whitePerbesar
Sumber foto: https://www.freepik.com/free-photos-vectors/nail

Kuku yang panjang merupakan salah satu media kecantikan selain rambut dan kulit, terutama bagi wanita. Memanjangkan kuku dan memberinya cat dengan warna dan motif yang lucu menjadi trend masa kini. Terlebih lagi jika menghadiri acara seperti pesta, tentunya kuku yang dipoles cantik menjadi salah satu cara untuk membuat kita terlihat menonjol di antara yang lain. Selain itu, perkara kuku yang panjang juga sangat lumrah di kalangan masyarakat dengan alasan "lupa memotong kuku." Akan tetapi, ternyata kuku yang panjang bisa menjadi media pertumbuhan mikoorganisme patogen yang dapat membahayakan tubuh kita.

Bahaya Kuku Panjang

Kuku yang panjang bisa mencelakai diri sendiri dan juga orang lain. Kita memang mencuci tangan dengan sabun setiap hari, seperti sebelum makan, setelah bepergian, dan setelah menyentuh benda asing. Terutama ketika masa pandemi, anjuran cuci tangan menjadi topik utama dalam dunia kesehatan untuk memutus rantai penularan infeksi.

Perlu diketahui jika mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu bentuk disinfeksi, yaitu hanya membunuh mikroorganismenya saja, namun sporanya tidak mati. Berbeda dengan sterilisasi yang mikroorganisme dan sporanya juga mati. Bisa dikatakan jika tangan kita tidak bisa bersih seratus persen.

Bisa dibayangkan bagaimana jika tangan kita tidak bersih seratus persen dengan hanya mencuci tangan kemudian ditambah lagi dengan kuku yang panjang. Tangan merupakan alat gerak tubuh yang sangat sering digunakan sehingga ada banyak sekali mikroorganisme yang menempel di kuku dan telapak tangan kita. Apalagi tangan merupakan alat gerak yang digunakan ketika makan. Jika patogen tersebut masuk ke dalam tubuh, maka bisa menyebabkan peradangan pada tubuh kita. Kuku yang panjang sangat rawan patah atau tercabut. Jika kuku yang panjang tercabut tidak sengaja, maka bisa mengakibatkan kuku kita copot dan cantengan.

Kuku juga bisa melukai orang lain jika seandainya kita tidak sengaja mencakar orang tersebut. Kuku yang kotor bisa menyebabkan infeksi ketika merobek lapisan kulit. Ada banyak mikroorganisme patogen yang bisa masuk dan menyebabkan inflamasi/peradangan akibat kuku yang panjang. Mungkin jika anda melihat dengan mata telanjang, kuku anda akan terlihat bersih. Akan tetapi, mikroorganisme itu ukurannya mikroskopis atau tidak bisa dilihat dengan mata telanjang yang artinya harus menggunakan mikroskop.

Apalagi bagi tenaga kesehatan seperti, perawat dan dokter yang sering berinteraksi dengan pasien. Memelihara kuku yang panjang merupakan salah satu tindakan yang tidak terpuji karena berisiko menciderai pasien. Meskipun bisa menggunakan handscoon atau sarung tangan medis, namun tidak semua tindakan dilakukan dengan menggunakan handscoon.

Cara Merawat Kuku

1. Kuku harus tetap kering

Jamur sangat mudah tumbuh di tempat yang lembab. Oleh karena itu, sebisa mungkin kaos kaki yang kita gunakan harus tetap kering agar kuku kita tidak ditumbuhi jamur.

2. Jangan biarkan kuku dalam kondisi kotor

Memotong kuku bisa menjaga kuku dalam kondisi bersih karena jika kuku yang panjang memiliki lebih banyak celah untuk kotoran masuk ke dalam kuku.

3. Mengaplikasikan pelembab pada kuku

Kuku yang lembab memang menjadi media yang cocok untuk pertumbuhan jamur, namun kuku yang kering juga tidak baik. Oleh karena itu, mengaplikasikan pelembab pada kuku juga diperlukan.

4. Membersihkan kuku menggunakan sabun dan air mengalir

Membersihkan kuku menggunakan sabun dan air mengalir bisa membunuh mikroorganisme dan mencegah tumbuhnya jamur pada kuku. Gunakan sikat atau sponge untuk membersihkan kuku.

5. Mengonsumsi makanan bergizi

Makanan yang bergizi bisa menjaga kuku tetap sehat dan tetap kuat. Nutrisi esensial yang diperlukan untuk menjaga kesehatan kuku seperti, zat besi, zink, vitamin, magnesium, dan protein.

6. Jangan menggunakan cat kuku terlalu sering

Penggunaan cat kuku yang terlalu sering bisa menyebabkan kuku mudah patah. Selain itu, Aseton juga bisa menyebabkan kuku kering dan menguning.

7. Menarik kulit di tepi kuku

Menarik kulit di tepi kuku tanpa bantuan pemotong kuku bisa menyebabkan kulit robek dan berisiko terjadinya infeksi.

8. Jangan memotong kutikula

Memotong kutikula bisa menyebabkan mikroorganisme mudah masuk ke dalam kuku.

Sumber:

Potter, P, A & Perry, A, G. 2010. Fundamentals of Nursing. 2nd book . 7th edition. Singapore: Elsevier Inc.

Andari, T.N.W. 30 Maret 2021. Ketahui Cara Merawat Kuku yang Benar. Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. http://ners.unair.ac.id/site/index.php/news-fkp-unair/30-lihat/1159-ketahui-cara-merawat-kuku-yang-benar. Diakses pada Sabtu, 11 Juni 2022 pukul 10:30 WIB.