Konten dari Pengguna

Generasi Z dan Masa Depan Literasi

Hery Setyawan
Guru SMPN 42 Jakarta
17 Juni 2024 10:50 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Hery Setyawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kegiatan Literasi Siswa disekolah (Dokumen Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Literasi Siswa disekolah (Dokumen Pribadi)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Sebagai seorang guru kita semua menyadari bahwa kondisi yang terjadi pada peserta didik kita, dimana kurangnya berliterasi hal tersebut mengakibatkan berkurangnya pengetahuan yang ada pada peserta didik kita. Apa lagi saat ini dimana zaman sudah semakin canggih sehingga mempermudah kita untuk selalu berliterasi. Kita bisa melakukannya kapan dan dimana saja.
ADVERTISEMENT
Tidak hanya berfokus pada buku tetapi kita bisa menggunakan teknologi yang ada untuk berliterasi. Kondisi seperti sekarang ini kita mengenalnya dengan sebutan generasi Z atau generasi internet dimana mereka memanfaatkan internet dan teknologi untuk menjalani kehidupan.
Generasi Z, yang umumnya merujuk kepada individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, tumbuh dalam era yang diwarnai oleh kemajuan teknologi digital. Mereka adalah penerus dari Generasi Y (Millennial) dan saat ini, mulai mengambil peran signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia literasi.
Literasi tidak lagi hanya tentang kemampuan membaca dan menulis. Di era digital saat ini, literasi mencakup kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, menggunakan, dan menciptakan informasi dengan menggunakan berbagai media dan alat digital. Generasi Z, yang tumbuh dalam era dimana teknologi digital dan internet merajalela, memiliki akses yang lebih besar terhadap informasi dibandingkan dengan generasi sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Namun, dengan segala keuntungan dan akses ini juga datang tantangan baru. Generasi Z dihadapkan pada lonjakan informasi yang cepat dan luas, serta risiko terhadap informasi palsu (hoaks) dan kurangnya keterampilan dalam menilai kebenaran dan kualitas informasi yang mereka konsumsi. Oleh karena itu, literasi di era digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga kemampuan kritis dan etis dalam menggunakan dan berinteraksi dengan informasi.
Salah satu tantangan utama dalam meningkatkan literasi Generasi Z adalah bagaimana mengajarkan mereka untuk menjadi pembaca yang kritis dan pengguna yang cerdas dari berbagai platform media sosial dan internet. Banyak dari mereka telah tumbuh dengan menggunakan teknologi digital sejak usia dini, namun tidak semua dari mereka memiliki keterampilan untuk secara kritis mengevaluasi informasi yang mereka temui.
ADVERTISEMENT
Selain itu, literasi juga mencakup kemampuan untuk mengolah informasi secara kreatif dan memproduksi konten yang relevan dan bermanfaat. Generasi Z sering kali disebut sebagai "pembuat konten" karena kecenderungan mereka untuk aktif berbagi pengalaman, pendapat, dan karya mereka sendiri melalui media sosial dan platform online lainnya. Namun, tantangan di sini adalah bagaimana mereka dapat memproduksi konten yang berkualitas, beretika, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Pendidikan memiliki peran krusial dalam mengembangkan literasi Generasi Z. Sekolah dan lembaga pendidikan harus memperbarui kurikulum mereka untuk mencakup pembelajaran yang mengajarkan keterampilan kritis dalam menilai informasi digital, mengidentifikasi hoaks, dan memahami implikasi etis dari penggunaan media sosial.
Selain itu, lingkungan keluarga dan sosial juga berperan penting dalam mendukung perkembangan literasi Generasi Z. Keluarga dapat memainkan peran dalam memfasilitasi diskusi terbuka tentang penggunaan teknologi digital dan pentingnya mempertimbangkan sumber informasi yang dapat dipercaya. Orang tua dan guru perlu menjadi contoh yang baik dalam penggunaan teknologi yang bertanggung jawab dan etis.
ADVERTISEMENT
Menghadapi masa depan, penting bagi kita untuk melihat Generasi Z bukan hanya sebagai konsumen teknologi, tetapi juga sebagai pembuat dan pengubah masa depan literasi global. Mereka memiliki potensi besar untuk memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan partisipasi mereka dalam kegiatan sosial, politik, dan ekonomi.
Mengembangkan literasi Generasi Z tidak hanya penting bagi masa depan mereka sendiri, tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Generasi Z adalah agen perubahan yang mungkin akan membawa inovasi baru dalam cara kita memahami, mengakses, dan menggunakan informasi. Dengan memperkuat keterampilan literasi mereka, kita dapat memastikan bahwa mereka dapat membuat keputusan yang informasional, bermakna, dan berdampak positif bagi dunia di sekitar mereka.
Generasi Z adalah generasi yang tumbuh dalam era digital yang cepat berubah, di mana literasi tidak hanya menjadi kunci untuk sukses pribadi, tetapi juga untuk kemajuan sosial dan ekonomi. Masa depan literasi Generasi Z terletak dalam kemampuan mereka untuk menggabungkan teknologi dengan keterampilan kritis, kreativitas, dan empati untuk menciptakan dunia yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, mendukung pengembangan literasi Generasi Z harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan pendidikan dan juga dalam praktik sehari-hari di rumah dan di masyarakat. Dengan demikian, kita dapat memastikan bahwa Generasi Z tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga aktif berkontribusi dalam membentuk dan memperbaiki dunia literasi di masa depan yang semakin digital ini.