Pelajaran Penting Dibalik Lahirnya Pancasila

Guru SMPN 42 Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hery Setyawan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagi penulis yang juga berprofesi sebagai guru pendidikan sejarah kelahiran pancasila merupakan materi unggulan. Banyak hal yang kita dapat dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Selain guru ditantang memberikan metode yang bervariasi, kita juga bisa mengambil pelajaran penting dibalik materi sejarah lahirnya pancasila. Sehingga membuat pancasila dijadikan dasar dan pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Lahirnya Pancasila bukanlah proses yang singkat dan mudah. Di balik sejarahnya terdapat perjuangan, pemikiran besar, serta semangat persatuan dari para pendiri bangsa. Karena itu mempelajari sejarah lahirnya Pancasila bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga memahami pelajaran penting tentang bagaimana sebuah negara harus dibangun dan dijaga bersama.
Sejarah lahirnya Pancasila dimulai pada masa penjajahan Jepang. Saat itu, Jepang membentuk BPUPKI atau Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Badan ini dibentuk untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, termasuk merumuskan dasar negara yang akan digunakan setelah merdeka.
Dalam sidang BPUPKI banyak tokoh bangsa menyampaikan gagasan tentang dasar negara. Mohammad Yamin, Soepomo, dan Ir. Soekarno menjadi beberapa tokoh penting yang memberikan pemikiran mereka. Meskipun memiliki pandangan yang berbeda, mereka tetap memiliki tujuan yang sama yaitu membangun Indonesia yang merdeka, bersatu, dan adil.
Pada 1 Juni 1945, Ir. Soekarno menyampaikan pidato yang kemudian dikenal sebagai lahirnya Pancasila. Dalam pidato tersebut, beliau memperkenalkan lima dasar negara yang kemudian dinamakan Pancasila. Lima sila itu merupakan adalah kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau perikemanusiaan, mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan. Dari sinilah lahir dasar negara yang sampai sekarang menjadi identitas bangsa Indonesia.
Proses lahirnya Pancasila mengajarkan pelajaran penting tentang persatuan. Para pendiri bangsa berasal dari latar belakang yang berbeda. Ada perbedaan suku, agama, pendidikan, bahkan pandangan politik. Namun mereka tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjatuhkan. Mereka justru duduk bersama, berdiskusi, dan mencari jalan terbaik demi kepentingan bangsa. Pelajaran ini sangat penting bagi kehidupan bernegara.
Selain persatuan, sejarah lahirnya Pancasila juga mengajarkan kita pentingnya musyawarah. Dalam sidang BPUPKI, setiap tokoh diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat. Semua gagasan dibahas dengan penuh rasa hormat. Dari proses itulah lahir keputusan bersama yang diterima demi kepentingan bangsa. Musyawarah menjadi pelajaran berharga dalam kehidupan bernegara. Masalah yang muncul dalam masyarakat sebaiknya diselesaikan dengan musyawarah, bukan dengan kebencian atau permusuhan.
Sejarah lahirnya pancasila juga mengajarkan kita pentingnya toleransi. Para pendiri bangsa sadar bahwa Indonesia terdiri dari berbagai agama dan budaya. Oleh karena itu, dasar negara harus mampu melindungi seluruh rakyat tanpa membeda-bedakan. Nilai toleransi inilah yang membuat Indonesia tetap berdiri kokoh meskipun memiliki keberagaman yang sangat besar. Dalam kehidupan sehari-hari toleransi dapat diwujudkan dengan saling menghormati antar sesama. Menghargai perbedaan agama, budaya, maupun pendapat merupakan bentuk nyata pengamalan Pancasila.
Pelajaran penting lainnya dari lahirnya Pancasila adalah cinta tanah air. Para pendiri bangsa rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan keselamatan demi kemerdekaan Indonesia. Mereka memiliki semangat besar untuk melihat bangsa ini berdiri sendiri dan dihormati oleh negara lain.
Generasi muda saat ini perlu meneladani semangat tersebut. Cinta tanah air tidak selalu diwujudkan dengan hal besar. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga persatuan, menghormati guru dan orang tua, serta ikut menjaga nama baik bangsa juga merupakan bentuk cinta kepada Indonesia.
Sejarah lahirnya Pancasila mengingatkan kita bahwa bangsa Indonesia dibangun melalui perjuangan dan kebersamaan. Pancasila bukan hanya sekedar hafalan lima sila, tetapi nilai hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika nilai-nilai Pancasila terus dijaga, maka Indonesia akan tetap menjadi bangsa yang kuat, damai, dan bersatu di tengah berbagai tantangan zaman.
Melalui sejarah lahirnya Pancasila, kita belajar bahwa sebuah negara tidak akan berdiri kokoh tanpa persatuan, toleransi, musyawarah, dan rasa cinta terhadap tanah air. Nilai-nilai itulah yang menjadi pelajaran penting dalam bernegara dan harus diwariskan kepada generasi berikutnya.
