Konten dari Pengguna

QRIS dan Gaya Hidup Cashless Anak Muda: Apakah Kita Makin Praktis atau Boros?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari hafidz nur azizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Generasi muda memanfaatkan pembayaran digital untuk melakukan transaksi secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Foto : Jonas Leupe - Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Generasi muda memanfaatkan pembayaran digital untuk melakukan transaksi secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Foto : Jonas Leupe - Unsplash.com

Bayar makanan, membeli kopi, membayar parkir, hingga berbelanja di warung kecil kini bisa dilakukan tanpa membawa uang tunai. Cukup membuka smartphone, memindai QRIS, dan transaksi selesai dalam hitungan detik.

Bagi generasi muda, terutama mahasiswa, pembayaran digital seperti QRIS sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kemudahannya membuat transaksi menjadi lebih cepat dan praktis.

Namun, di balik kemudahan tersebut muncul pertanyaan menarik: apakah gaya hidup cashless membuat anak muda semakin mudah mengatur keuangan, atau justru membuat mereka semakin sulit menyadari seberapa banyak uang yang telah dikeluarkan?

Ketika Membayar Tidak Lagi Terasa Seperti Mengeluarkan Uang

Saat menggunakan uang tunai, seseorang dapat melihat secara langsung jumlah uang yang berkurang dari dompet. Berbeda dengan pembayaran digital, transaksi hanya dilakukan melalui smartphone dan saldo berkurang secara otomatis.

Perbedaan sederhana ini dapat memengaruhi kebiasaan seseorang dalam berbelanja.

Promo seperti cashback, diskon, atau potongan harga juga dapat membuat transaksi digital terasa semakin menarik. Misalnya, seseorang awalnya tidak berniat membeli minuman. Namun, karena ada promo pembayaran menggunakan QRIS, akhirnya pembelian dilakukan.

Jika hanya terjadi sesekali, mungkin tidak menjadi masalah. Tetapi jika kebiasaan tersebut dilakukan terus-menerus, pengeluaran kecil dapat terakumulasi menjadi jumlah yang cukup besar.

QRIS Membawa Banyak Manfaat

Meski memiliki tantangan, perkembangan pembayaran digital juga memberikan banyak manfaat.

QRIS yang dikembangkan oleh Bank Indonesia memungkinkan berbagai penyedia jasa pembayaran menggunakan satu standar QR Code. Hal ini membuat masyarakat tidak perlu memikirkan terlalu banyak jenis kode QR ketika melakukan pembayaran.

Bagi pelaku usaha, penggunaan pembayaran digital juga dapat membantu memberikan alternatif pembayaran kepada konsumen. Sementara bagi masyarakat, transaksi dapat dilakukan dengan lebih praktis tanpa harus menyediakan uang tunai.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi sistem pembayaran dapat membantu menciptakan ekosistem transaksi yang lebih efisien.

Cashless Bukan Berarti Bebas Mengeluarkan Uang

Kemudahan transaksi digital seharusnya tidak membuat seseorang mengabaikan kondisi keuangannya.

Justru, semakin mudah melakukan transaksi, semakin penting kemampuan untuk mengontrol pengeluaran.

Salah satu cara sederhana adalah mencatat setiap transaksi. Pengeluaran sebesar Rp10.000 atau Rp20.000 mungkin terlihat kecil. Namun, jika dilakukan berkali-kali dalam satu minggu, jumlahnya bisa menjadi cukup besar.

Generasi muda dapat memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan atau fitur riwayat transaksi pada mobile banking dan dompet digital untuk mengetahui ke mana uang mereka digunakan.

Dengan begitu, teknologi tidak hanya digunakan untuk mempermudah pembayaran, tetapi juga membantu seseorang memahami pola pengeluarannya.

Bagaimana dengan Perspektif Keuangan Syariah?

Dalam perspektif ekonomi dan keuangan syariah, teknologi bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan selama transaksi yang dilakukan memenuhi prinsip dan ketentuan yang berlaku.

Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana transaksi tersebut dilakukan, termasuk kejelasan akad, biaya, serta tidak adanya unsur yang dilarang dalam syariah.

Karena itu, literasi keuangan syariah tetap diperlukan di tengah perkembangan transaksi digital.

Generasi muda perlu memahami bahwa menggunakan layanan pembayaran digital bukan hanya soal praktis atau cepat. Mereka juga perlu mengetahui ketentuan dan konsekuensi dari layanan yang digunakan.

Anak Muda Perlu Menjadi Pengguna yang Cerdas

Digitalisasi sistem pembayaran kemungkinan akan terus berkembang. Generasi muda sebagai kelompok yang sangat dekat dengan teknologi memiliki peluang besar untuk memanfaatkannya.

Namun, menjadi pengguna teknologi keuangan bukan hanya tentang mengetahui cara melakukan transaksi.

Yang lebih penting adalah kemampuan mengendalikan diri dan membuat keputusan keuangan yang tepat.

QRIS dapat membuat transaksi menjadi lebih praktis, tetapi keputusan untuk membeli tetap berada di tangan pengguna.

Karena itu, gaya hidup cashless seharusnya diimbangi dengan kebiasaan finansial yang sehat. Sebelum melakukan pembayaran, tidak ada salahnya bertanya kepada diri sendiri: apakah barang ini memang dibutuhkan, atau hanya tertarik karena transaksi digital terasa begitu mudah?

Pada akhirnya, teknologi hanyalah alat. Yang menentukan apakah seseorang menjadi lebih bijak atau lebih boros tetaplah bagaimana teknologi tersebut digunakan.

Dengan literasi keuangan yang baik, generasi muda dapat menikmati kemudahan transaksi digital tanpa kehilangan kendali terhadap kondisi keuangannya.