Kuliah Sambil Membangun Brand Wedding Content Creator
Tulisan dari HIDAYAT tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Menjadi mahasiswa tidak selalu hanya tentang kuliah, tugas, dan mengejar nilai. Di sela kegiatan perkuliahan, saya mulai membangun brand Wedding Content Creator. Bagi saya, ini menjadi kesempatan untuk belajar sekaligus mengembangkan sesuatu yang saya sukai sejak masih kuliah.
Wedding Content Creator berfokus pada dokumentasi momen pernikahan dalam bentuk konten yang natural dan cepat dibagikan ke media sosial. Mulai dari persiapan pengantin, suasana di balik layar, momen bersama keluarga, hingga bagian-bagian kecil yang mungkin hanya terjadi beberapa detik.

Berawal dari Ketertarikan pada Konten
Ketertarikan pada dunia konten membuat saya melihat bahwa pernikahan memiliki banyak momen menarik untuk diceritakan. Dari sana muncul keinginan untuk tidak hanya membuat konten, tetapi juga membangun sebuah brand sendiri.
Ternyata membangun brand tidak cukup dengan membuat nama dan akun media sosial. Saya harus memikirkan gaya konten, portofolio, cara berkomunikasi dengan calon klien, hingga pelayanan yang ingin diberikan.
Proses ini membuat saya terus belajar. Setiap proyek menjadi kesempatan untuk memperbaiki hasil konten sekaligus meningkatkan cara bekerja.
Kuliah dan Bisnis Harus Tetap Seimbang
Tantangan terbesar tentu membagi waktu. Ada tugas kuliah yang harus diselesaikan, tetapi ada juga klien yang harus dilayani dan konten yang perlu diedit.
Karena itu, saya mulai belajar menentukan prioritas. Jika ada jadwal wedding pada akhir pekan, tugas kuliah sebisa mungkin saya selesaikan lebih awal. Saya juga harus mempertimbangkan jadwal sebelum menerima pekerjaan agar kuliah tetap berjalan dengan baik.
Tidak selalu mudah, tetapi dari proses tersebut saya belajar disiplin dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang saya ambil.
Ilmu Komunikasi Ternyata Sangat Berguna
Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, saya merasa beberapa hal yang dipelajari di kampus dapat diterapkan langsung ketika membangun brand.
Komunikasi dengan klien menjadi salah satu contohnya. Saya harus memahami kebutuhan mereka, menjelaskan layanan dengan jelas, dan menjaga komunikasi sebelum hingga setelah acara.
Saya juga belajar tentang audiens, cara menyampaikan pesan, membangun citra, dan membuat konten yang menarik. Materi yang sebelumnya dipelajari di kelas menjadi lebih mudah dipahami ketika diterapkan langsung.
Setiap Wedding Memberikan Pengalaman Baru
Setiap acara selalu berbeda. Saya bertemu dengan pengantin, keluarga, Wedding Organizer, fotografer, videografer, Make Up Artist, dan berbagai vendor lainnya.
Dari situ saya belajar bekerja sama dan menyesuaikan diri dengan banyak orang. Saya juga belajar menangkap momen dengan cepat tanpa mengganggu jalannya acara.
Tidak semua hal berjalan sesuai rencana. Kadang rundown berubah atau ada situasi yang tidak terduga. Kondisi seperti ini mengajarkan saya untuk tetap tenang dan mencari cara agar pekerjaan tetap berjalan dengan baik.
Memulai dari Sekarang
Membangun brand saat masih kuliah membuat saya sadar bahwa tidak harus menunggu lulus untuk mulai mencoba sesuatu.
Saya masih belajar dan tentu masih banyak hal yang perlu dikembangkan. Namun, setiap klien, konten, dan pengalaman memberikan pelajaran baru.
Bagi saya, kuliah dan membangun Wedding Content Creator bukan dua hal yang harus dipisahkan. Keduanya justru bisa berjalan bersama. Di kampus saya mendapatkan ilmu, sedangkan melalui brand yang sedang dibangun saya belajar menerapkannya secara langsung.
Saya tidak harus langsung memiliki bisnis yang besar. Yang terpenting adalah berani memulai, konsisten belajar, dan terus memperbaiki kualitas dari setiap proses yang dijalani.

