Konten dari Pengguna

Pro Kontra Produksi Vaksin Skala Pabrik di Indonesia

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari HIDJRAH FITRIANI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Produksi Vaksin COVID-19. Sumber : pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Produksi Vaksin COVID-19. Sumber : pixabay.com

Seperti yang kita ketahui beberapa bulan terakhir ini sudah diproduksi dan digunakannya vaksin COVID-19 yang berguna untuk melengkapi upaya pencegahan penularan COVID-19 selain memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, serta menghindari kerumunan mengundang perhatian masyarakat luas. Banyak dari kalangan masyarakat yang mempertanyakan tentang kandungan apa saja yang terdapat dalam cairan vaksin dan vaksin apa yang cocok serta aman untuk digunakan, bahkan saya sendiri juga mempertanyakan hal tersebut.

Selain itu, ada beberapa masyarakat yang memiliki pandangan berbeda tentang vaksin dan munculnya banyak isu tentang vaksin COVID-19 menimbulkan pro dan kontra. Masyarakat masih meragukan keefektifan dari vaksin dan efek yang dapat ditimbulkan serta adanya kecemasan bahkan adanya penolakan untuk dilakukan vaksin dari beberapa kalangan masyarakat.

Berita yang beredar di media sosial maupun di lingkungan masyarakat yang saya temukan menyatakan bahwa vaksin COVID-19 tidak aman dan mengandung bahan tidak halal pada proses produksinya semakin menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Banyaknya berita yang tidak sesuai dengan kenyataan tentang efek samping penggunaan vaksin dapat menggiring opini masyarakat menolak untuk di vaksin. Sebagian masyarakat juga ada yang mau untuk segera di vaksin demi melengkapi pencegahan penularan COVID-19.

Menurut saya hal ini menjadi tantangan dan tanggung jawab pemerintah bersama produsen vaksin COVID-19 untuk memberikan penyuluhan tentang apa saja kandungan zat yang terdapat dalam cairan vaksin guna mencegah terjadinya isu-isu yang dapat menghambat terjadinya kelancaran produksi dan pemerataan penyuntikan vaksin.

Bagaimana Produksi Vaksin Di Indonesia?

Dari informasi yang saya temukan, vaksin yang akan dipergunakan oleh suatu negara harus mendapatkan izin oleh otoritas negara (Rizman, 2020). Di Indonesia, produksi vaksin harus mendapatkan izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). BPOM sendiri telah melakukan banyak penelitian untuk menguji keefektifan dan keamanan vaksin jika diberikan dan disebarkan kepada masyarakat untuk digunakan.

PT Bio Farma merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang sedang mengembangkan produksi vaksin COVID-19 skala pabrik. Proses produksi vaksin skala pabrik yang dilakukan oleh PT Bio Farma sudah menjadi pendistribusi kebutuhan vaksin di dunia.

Vaksin sinovac tak hanya digunakan di Indonesia. Dari data yang saya temukan terdapat beberapa negara lainnya yang mengimpor vaksin buatan Tiongkok untuk untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi nasional. Beberapa negara di antaranya adalah Turki, Brasil, dan Chile.

PT Bio Farma saat ini sedang menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan dari Amerika Serikat, Baylor College Medicine (Eric Thohir, 2021) tentang produksi vaksin COVID-19. Di balik itu BPOM telah mengunjungi PT Bio Farma untuk melakukan diskusi lebih lanjut mengenai uji kelayakan dan keefektifan dari produksi vaksin COVID-19. Sinovac biorech merupakan merek vaksin produksi PT Bio Farma.

Kandungan Zat Apa Saja Yang Terdapat Dalam Vaksin COVID-19?

PT Bio Farma sendiri telah menjelaskan kandungan zat yang terdapat dalam vaksin COVID-19 produksi sinovac biorech. Kandungan yang terdapat dalam vaksin COVID-19 produksi sinovac tersebut berupa virus yang sudah dimatikan (inactivated), Aluminium hidroksida (aluminium hydroxide) yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan vaksin, larutan fosfat yang berfungsi sebagai stabilizer vaksin, kandungan larutan garam (natrium chloride) sebagai isotonis yang berfungsi untuk memberikan rasa nyaman dan aman saat penyuntikan.

Kandungan zat yang terdapat dalam vaksin tersebut diyakini memiliki komposisi yang aman saat diberikan kepada masyarakat. Terlepas dari berita yang tidak sesuai dengan kenyataan yang menjadi opini masyarakat, vaksin COVID-19 produksi sinovac tidak memiliki kandungan boraks, merkuri, ataupun bahan pengawet lainnya yang dapat membahayakan kesehatan.

Hasil uji keefektifan vaksin COVID-19 produksi sinovac telah sesuai dengan keefektifan yang ditetapkan oleh WHO. Dari hasil uji yang dilakukan didapatkan hasil keefektifan yaitu 50% aman dibalik efek samping yang ditimbulkan bagi tubuh saat menggunakannya. Efek samping pada saat penggunaan vaksin dapat berupa rasa ngantuk, pusing, lapar dan sebagainya. Jadi sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apakah vaksin memberi efek negatif yang berbahaya pada tubuh atau tidak.

Bagaimanakah Tahapan Dalam Memproduksi Vaksin?

Produksi vaksin skala pabrik yang telah dilakukan oleh PT Bio Farma memiliki tahapan yang sangat efektif dan kelayakan yang tinggi. PT Bio Farma telah menjelaskan tahapan dalam memproduksi vaksin COVID-19. Pertama dalam memproduksi vaksin harus disiapkan sebuah media uji untuk dilakukan pengambilan bibit vaksin yang terbaik.

Hal ini dilakukan agar pada proses produksi jumlah skala yang dibutuhkan sesuai dengan kapasitas saat membuat vaksin. Setelah itu, dilakukan penanaman virus atau bakteri pada suhu yang sudah ditentukan pada sebuah media dalam jumlah tertentu. Virus atau bakteri yang telah ditanam kemudian dilakukan pelemahan (inaktivasi) agar pada saat proses pemurnian menghilangkan semua zat-zat yang tidak relevan pada saat proses produksi.

Bulk vaksin yang telah dihasilkan selanjutnya dilakukan pemurnian (formulasi) dengan diberikannya zat-zat tambahan. Kemudian, setelah melakukan pemurnian dengan ketentuan-ketentuan yang telah sesuai dengan aturan dan memenuhi uji kelayakan vaksin dimasukkan ke dalam kemasan dan diberikan label pada kemasan vaksin tersebut. Setelah proses produksi vaksin sudah melewati uji keefektifan dan uji kelayakan yang telah dilakukan oleh banyak peneliti, vaksin siap untuk diedarkan dan digunakan oleh masyarakat umum.

Apakah Informasi yang Muncul di Masyarakat Tentang Adanya Vaksin COVID-19?

Setelah digunakannya vaksin COVID-19 kepada beberapa masyarakat di Indonesia, saya menemukan beberapa informasi mengenai efek samping dari penggunaan vaksin itu sendiri. Informasi yang beredar dalam masyarakat tersebut belum terbukti kebenarannya dan telah menggiring opini masyarakat di sekitar lingkungan saya untuk takut terhadap vaksin yang akan diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Saya juga menemukan adanya penyebaran berita hoaks yang terjadi di media sosial tentang efek samping penggunaan vaksin COVID-19 yang berakibat sangat buruk bagi pemerataan penyuntikan vaksin kepada masyarakat yang belum melakukan vaksin.

Salah satu berita hoaks yang saya temukan yaitu diambil dari kasus di media sosial Facebook, tersebar informasi yang menyebutkan bahwa banyak orang meninggal dunia akibat vaksin COVID-19 ditambah pengunggah juga mengatakan bahwa memiliki banyak bukti vaksin COVID-19 mempunyai efek samping yang berbahaya.

Orang yang memberikan berita yang tidak sesuai dengan kenyataan ini memiliki akun facebook bernama James Bowie, yang kemudian berita tersebut langsung dibantah oleh Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan Satari. Pada berita tersebut Hindra menegaskan, informasi yang beredar tersebut adalah tidak benar.

Dengan semakin meningkatnya angka penularan COVID-19 saat ini serta menyebabkan banyak korban meninggal dunia, produksi vaksin skala pabrik harus perlu dilakukan. Namun dalam memproduksi vaksin skala pabrik, akan dibutuhkan suatu prosedur pengerjaan untuk mencegah kegagalan produksi dan harus dilakukan uji kelayakan yang sangat ketat guna mengurangi efek samping yang berbahaya bagi pengguna vaksin.

Menurut informasi yang saya temukan, PT Bio Farma telah melakukan prosedur pembuatan vaksin yang sesuai dengan aturan dan keefektifan yang telah ditetapkan yaitu mulai dari pemilihan bibit vaksin terbaik, inokulasi, inaktivasi dan formulasi. Setiap prosedur yang ada wajib untuk dijalankan guna mencegah efek samping negatif yang berbahaya bagi pengguna vaksin.

Menurut saya dalam hal ini masyarakat yang tidak bertanggung jawab tidak perlu menyebarkan berita yang tidak sesuai dengan hal yang sebenarnya mengenai efek yang ditimbulkan dari vaksin COVID-19. Pemerintah, produsen vaksin, dan seluruh masyarakat Indonesia harus bekerja sama untuk pemerataan penggunaan vaksin guna mencegah perluasan penyebaran COVID-19.

Sebelum dilakukan vaksinasi, masyarakat harus mendapatkan rekomendasi dari badan kesehatan agar keamanan vaksin sangat terjamin dan mengurangi efek samping yang ditimbulkan bagi kesehatan seseorang. Masyarakat yang tidak bertanggung jawab juga tidak perlu untuk menyebarkan berita yang tidak sesuai dengan kenyataan.

Hal ini dapat membuat masyarakat lainnya merasa bingung, khawatir, bahkan takut untuk divaksin. Selain itu, peran media sosial juga sangat diperlukan dalam memberikan informasi terkait keefektifan vaksin yang telah digunakan, agar masyarakat dapat mengetahui dan tidak memiliki rasa ragu bahkan takut untuk divaksin.