10 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pertunangan Menurut Islam

All about hijab.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memutuskan untuk menikah dan siapa yang akan dinikahi adalah salah dua keputusan terpenting yang harus dibuat seseorang dalam hidupnya. Terlebih, pernikahan merupakan ibadah yang harus dijalani seumur hidup.
Namun, sebelum menjalani pernikahan, seseorang harus melewati proses pertunangan terlebih dulu.
Pada masa pertunangan, dua orang yang akan menikah harus belajar untuk saling mengenal satu sama lain sebelum benar-benar memutuskan untuk menikah.
Namun, aturan yang mengatur masa pertunangan dalam Islam seringkali dikaburkan oleh berbagai praktik budaya dan tradisi keluarga. Hingga pada masa ini pula dapat membuat banyak pasangan yang bertunangan selalu bingung.
Oleh karena itu, kita perlu mengatahui hal-hal yang harus dan tidak harus dilakukan pada masa pertunangan. Sebab, tujuan pernikahan dalam Islam, salah satunya adalah sebagai penyempurna agama. Maka, dengan menikah, seseorang telah menyempurnakan setengah agamanya.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Apabila seorang hamba menikah, maka telah sempurna separuh agamana. Maka, takutlah kepada Allah SWT untuk separuh sisanya." (HR Baihaqi)
Jadi, apa sajakah yang boleh dan tidak boleh dilakukan dari masa pertunangan dalam Islam dalam terminologi sehari-hari sebagaimana dirangkum dari AboutIslam.
1. Memiliki niat yang jelas dan benar
Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita bahwa suatu tindakan dinilai dari niatnya, dan menikah tidak terkecuali.
Pernikahan bukanlah permainan, juga bukan tujuan itu sendiri yang harus dicapai dan kemudian dikesampingkan. Ini adalah sarana bagi dua orang untuk menjadi lebih baik, melalui cinta mereka satu sama lain dan untuk Sang Pencipta, dan ini tidak boleh dianggap remeh.
2. Jangan lupakan ajaran Islam saat berkomunikasi
Allah SWT menciptakan manusia dan hanya Ia yang mengenal setiap hambanya lebih baik, daripada kita mengenal diri kita sendiri. Jadi, kita harus mengikuti petunjuk-Nya tentang bagaimana berkomunikasi dengan orang lain, terutama ketika mencari calon pasangan.
Dalam proses menuju pernikahan, jangan lupa untuk mengikuti ajaran Islam yang benar. Sebelum menikah, setiap pasangan belum lah halal baginya untuk berkomunikasi secara langsung tanpa adanya pendamping atau orang ketiga. Dengan demikian, komunikasi awal selama masa pertunangan harus selalu melibatkan calon mempelai pria dan calon mempelai wanita serta ayahnya atau "wali". Seharusnya tidak rahasia atau di belakang punggung siapa pun.
Setelah itu, keduanya dapat melanjutkan dialog mereka dengan cara yang diperbolehkan secara Islam.
3. Tampil apa adanya tanpa berlebihan
Salah satu hal terpenting saat bertemu calon tunangan adalah menujukkan dirimu yang sesungguhnya, tanpa ada kepura-puraan, apalagi berlebihan.
Ini bukan berarti kamu tidak harus berusaha ketika bertemu untuk pertama kalinya. Namun, berperilakulah dengan baik tanpa berlebihan, apalagi dalam hal penampilan.
4. Jangan bersikap tidak jujur
Bersikap jujur dengan calon pasangan itu adalah hal penting. Bahkan, ketika sudah menikah pun, harus ada kejujuran di antara keduanya. Jika, ada salah satu yang tidak jujur, itu justru dapat memecah belah, termasuk pada masa pertunangan.
Jadi, jujurlah akan segala hal kepada calon pasangan, pasangan, atau siapa saja. Jangan katakan hal-hal yang tidak benar apalagi menyesatkan. Kejujuran akan memperkuat hubungan kamu kepada pasangan.
Bersikap jujurlah kepada calon pasangan pada masa pertunangan atau proses saling mengenal, baik kondisi keuangan, keluarga, maupun kesehatan.
5. Bertanyalah, tetapi jangan berperilaku seolah-olah kamu sedang dalam wawancara formal
Pada masa pertunangan, kedua calon pasangan dianjurkan untuk saling mengenal dengan cara mengajukan pertanyaan.
Ketika mengajukan pertanyaan, gunakanlah bahasa yang normal dan ramah. Hal itu penting dalam proses perkenalan, bukan?
Setiap pertanyaan dan jawaban tidak selalu menunjukkan kepribadian seseorang yang sebenarnya dan ini harus diperhatikan saat mereka menilai apakah dia cocok atau tidak.
Ingat, kamu menikahi seseorang, bukan sekumpulan data. Jadi, belajarlah tentang satu sama lain dengan cara yang menarik, bukan mekanis.
6. Jika ada perbedaan pendapat atau hal yang tidak cocok, jangan langsung menganggap bahwa dia bukan pasangan yang sempurna
Isi kepala setiap manusia memang tidak ada yang sama, wajar jika output-nya pun berbeda. Itu semua dapat terjadi, tanpa terkecuali, bahkan pasangan yang saling jatuh cinta pun pasti akan merasakannya.
Yang harus dilakukan para pasangan atau calon pasangan adalah menerima perbedaan yang ada. Berbeda pendapat atau paham bukan berarti kamu tidak bisa bersama-sama, kok. Semua tergantng pada bagaimana kalian menyelesaikan konflik yang ada.
Tidak ada pasangan yang sempurna, yang ada hanyalah pasangan yang tepat yang insya Allah akan dimudahkan bagimu jika kamu mau mempertimbangkannya.
Jadi, jika calon pasanganmu tidak sesuai dengan apa yang kamu bayangkan, sudah seharusnya itu tidak menjadi pemecah kesepakatan.
7. Beri cukup waktu untuk memutuskan ya atau tidak
Memutuskan siapa yang akan dinikahi bukanlah keputusan mudah yang harus diambil hanya setelah satu percakapan atau pertemuan. Biasanya, satu kali pertemuan saja tidak cukup untuk memutuskan dia adalah orang yang tepat atau tidak untuk dinikahi.
Jadi, kamu harus memberi cukup waktu kepada diri sendiri untuk benar-benar membuat keputusan dan melihat bagaimana calon tunanganmu berperilaku dan menyadari bahwa dia lah orang yang tepat.
8. Carilah bimbingan dari keluarga dan teman-teman
Ini sering dianggap enteng, karena banyak anak muda tampaknya berpikir bahwa orangtua tidak memiliki peran dalam membuat keputusan untuk memilih pasangan hidup. Nyatanya, orangtua dan keluarga dekat serta teman-teman yang telah mengenalmu dalam waktu lama, seringkali dapat memberikan masukan penting tentang orang seperti apa yang cocok atau tidak cocok dengan kamu.
Mereka juga dapat melihat hal-hal tentang calon tunangan yang mungkin membuat kamu buta. Jadi, dengarkan mereka dan perhatikan komentar dan kekhawatiran mereka.
Memang, pada akhirnya siapa yang akan kamu nikahi adalah keputusan yang kamu pilih sendiri, tetapi ingatlah bahwa keluarga akan menjadi bagian dari hidup kamu selama bertahun-tahun, bahkan setelah kamu menikah.
9. Jika bimbang, lakukan salat istikhara
Nabi Muhammad SAW mengajarkan para sahabatnya untuk meminta nasihat kepada Allah SWT setiap kali mereka harus mengambil keputusan.
Dengan mencari nasihat Allah SWT, kita mengingatkan diri kita sendiri bahwa semua pengetahuan tentang apa yang baik atau buruk bagi kita ada di sisi-Nya dan kita membutuhkan-Nya untuk membimbing seta memudahkan kita tentang apa yang terbaik untuk diri sendiri.
Melakukan salat istikhara, berarti mengusahakan kita untuk mencapai tingkat kedamaian dengan apa pun yang terjadi.
10. Jangan lupa untuk memperbanyak doa
Proses bertemu seseorang, bertunangan, dan kemudian merencanakan pernikahan sangat mengasyikkan, dan sering kali memberikan banyak fokus pada elemen material dunia ini.
Sepanjang perjalanannya, seseorang bisa melupakan unsur yang sangat penting untuk sukses dan itu adalah doa, permohonan dan doa kepada Allah SWT.
Jadi, jangan selalu libatkan Allah SWT dalam memutuskan suatu pilihan atau hal apa pun. Sebab, Allah SWT akan memberikan petunjuk terbaik untukmu.
