3 Sifat Malu yang Harus Melekat pada Diri Setiap Muslim

All about hijab.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Benteng pertahanan bagi seluruh akhlak umat manusia adalah sifat malu. Orang yang memiliki sifat malu, ia dapat meningkatkan akhlak menjadi tinggi dan mampu mengendalikan hawa nafsu. Sedangkan, orang yang tidak memiliki sifat malu, akhlaknya menjadi rendah dan tidak mampu mengendalikan hawa nafsu.
Dalam suatu hadis, Rasulullah SAW pernah menyebut bahwa malu adalah sebagian bagian dari iman. Itu artinya, malu merupakan salah satu budi pekerti yang dituntut oleh Islam untuk dimiliki oleh setiap pemeluknya.
Rasulullah SAW bersabda, ''Iman itu lebih dari 70 atau 60 cabang, cabang iman tertinggi adalah mengucapkan 'La ilaha illallah', dan cabang iman terendah adalah membuang gangguan (duri) dari jalan, dan rasa malu merupakan cabang dari iman.'' (HR Bukhari-Muslim)
Orang yang memiliki sifat malu pula, apabila melakukan kesalahan atau yang tidak patut bagi dirinya akan menunjukkan rasa penyesalan. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki sifat malu akan merasa biasa saja ketika melakukan kesalahan dan dosa.
Allah SWT menganugerahkan sifat malu supaya umat-Nya mampu mengetahui mana yang harus disikapi dengan malu dan mana yang tidak. Mereka yang memiliki sifat malu pun dapat mengantarkan diri menuju perilaku yang baik dan hati yang bersih.
Dilansir dari berbagai sumber, setidaknya ada tiga macam malu yang perlu melekat pada diri manusia. Apa saja itu? Yuk, simak ulasannya berikut ini.
1. Rasa malu kepada diri sendiri
Ketika manusia sedikit melakukan amal saleh kepada Allah SWT dan kebaikan untuk umat dibandingkan orang lain. Sifat malu ini dapat mendorongnya meningkatkan kuantitas amal saleh dan pengabdian kepada Allah SWT dan umat.
2. Malu kepada manusia
Ini penting karena dapat mengendalikan diri agar tidak melanggar ajaran agama, meskipun yang bersangkutan tidak memperoleh pahala sempurna lantaran malunya bukan karena Allah SWT. Namun, malu seperti ini dapat memberikan kebaikan baginya dari Allah SWT karena ia terpelihara dari perbuatan dosa.
3. Malu kepada Allah
Ini malu yang terbaik dan dapat membawa kebahagiaan hidup. Orang yang malu kepada Allah SWT, tidak akan berani melakukan kesalahan dan meninggalkan kewajiban selama meyakini-Nya karena Dia selalu mengawasi. Mengingat sifat malu penting sebagai benteng memelihara akhlak seseorang dan sumber utama kebaikan, maka sifat ini perlu dimiliki dan dipelihara dengan baik.
Itulah beberapa sifat malu yang seharusnya melekat pada diri setiap manusia. Jadikan sifat ini untuk meningkatkan akhlak dan kuantitas amal saleh, serta pengabdian kepada Allah SWT.
