Konten dari Pengguna

5 Hal yang Membuat Hari Jumat Begitu Spesial bagi Umat Muslim

Hijab Lifestyle

Hijab Lifestyle

All about hijab.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar ilustrasi. Foto: Unsplash/@sincerelymedia
zoom-in-whitePerbesar
Gambar ilustrasi. Foto: Unsplash/@sincerelymedia

Allah SWT menciptakan segala sesuatu yang diinginkan. Dia juga berhak memilih dan lebih menyukai sebagian ciptaan-Nya daripada yang lain. Hal demikian berlaku untuk orang, tempat, dan waktu yang Dia ciptakan.

Tidak semua waktu dalam sehari, minggu atau tahun sama bagi Allah SWT. Dia lebih memilih beberapa dari yang lain. Nabi Muhammad SAW mendorong kita untuk beribadah dan mendekatkan diri dengan Sang Pencipta pada saat tertentu yang diberkati oleh-Nya, seperti hari Jumat.

Sebelum Islam datang, orang Arab biasa menyebut hari Jumat sebagai 'al-Arubah', yang memiliki konotasi sebagai hari baik. Ka'b ibn Lu'ayy, kakek ketujuh Rasulullah SAW lalu mengubah nama menjadi 'al-Jumu'ah', karena ia biasa mengumpulkan suku Quraisy pada hari Jumat.

Kita juga sering mendengar bahwa Jumat adalah hari yang spesial. Bahkan, pria Muslim diwajibkan untuk datang ke masjid untuk salat Jumat. Lantas, bagaimana Jumat begitu spesial? Dilansir dari situs muslimhands.org.uk, berikut lima keutamaan hari Jumat bagi umat Islam.

Jumat adalah hari yang penuh berkah bagi umat Islam

Hadits berikut yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW mengungkapkan bahwa hari yang paling diberkahi dalam seminggu adalah Jumat:

"Allah menyesatkan orang-orang yang sebelum kita tentang hari Jumat. Bagi orang Yahudi jatuhnya pada hari Sabtu, dan bagi orang Nasrani jatuhnya pada hari Ahad." (Ibn Majah)

Penjelasan hadits di atas oleh Syaikh Shalih al-Fauzan adalah Muslim merupakan umat yang paling diutamakan dibandingkan umat lainnya. Allah SWT juga telah menjadikan Jumat sebagai hari yang utama dalam sepekan untuk menyibukkan diri dengan ibadah.

Allah SWT bersumpah demi hari Jumat

Allah SWT tidak hanya menyebut hari Jumat dan memberi nama salah satu surat sebagai "Al-Jumu'ah" dalam Al-Quran, Dia juga bersumpah demi hari Jumat di dalam Al-Quran yang mulia:

"Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, dan demi hari yang dijanjikan, demi yang menyaksikan dan yang disaksikan." (QS. Al-Buruj ayat 1-3)

Gambar ilustrasi. Foto: Unsplash/@bangyulian

Berkenaan dengan ayat di atas, Rasulullah SAW bersabda:

"Hari yang dijanjikan adalah hari kiamat, dan yang menyaksikan adalah hari Arafah, dan saksi adalah hari Jumat. Matahari tidak terbit dan tidak terbenam pada hari yang lebih mulia darinya. Di dalamnya, ada saat di mana tidak ada seorang hamba yang beriman berdoa kepada Allah untuk kebaikan, kecuali Allah menjawab kebaikan untuknya, dan dia tidak mencari perlindungan Allah dari kejahatan, kecuali bahwa Allah melindungi mereka dari kejahatan." (Tirmidzi)

Hari Jumat sangat berkaitan dengan Nabi Adam AS

Terdapat lima peristiwa penting dalam kehidupan nenek moyang kita yang agung, Nabi Adam AS, yang terjadi pada hari Jumat. Adapun peristiwa itu adalah:

"Allah SWT menciptakan Adam AS." (Ibn Majah)

"Adam AS diciptakan untuk masuk surga." (Muslim)

"Allah SWT menurunkan Adam AS ke bumi." (Ibnu Majah)

"Taubatnya diterima." (Abu Dawud)

"Allah SWT menyebabkan Adam AS mati." (Ibnu Majah)

Sementara itu, hadits berikut mengungkapkan bahwa Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS pada jam terakhir sebelum matahari terbenam, sebagaimana Abu Hurairah berkata:

"Rasulullah SAW berkata '... dan Dia menciptakan Adam AS setelah waktu Ashar pada hari Jumat; ketika jam terakhir sebelum matahari terbenam, yaitu di antara sore dan malam.' " (Muslim)

Jumat adalah Hari Pengampunan

Seperti yang kita ketahui, banyak peristiwa dalam agama Islam yang terjadi pada hari Jumat, termasuk hari tersebut merupakan saat di mana permohonan diterima. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Abu Hurairah RA dan Abu Said al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda:

"Di hari Jumat terdapat suatu waktu, di mana jika ada seorang hamba Muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, Allah akan memberi apa yang dia minta. Waktu itu adalah setelah ashar." (HR Ahmad)

Hadits lain yang menyebutkan Jabir bin Abdillah berkata bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

"Pada hari jumat ada 12 jam. Di antaranya ada satu waktu, apabila ada seorang Muslim yang memohon kepada Allah di waktu itu, niscaya akan Allah berikan. Carilah waktu itu di pengujung hari setelah ashar." (HR Abu Dawud dan An-Nasaai)

Orang beriman akan melihat Allah SWT pada hari Jumat

Peristiwa dan pahala terbesar hari Jumat tidak diragukan lagi adalah melihat Allah SWT. Seperti yang diriwayatkan dalam kitab suci Al-Quran:

"Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri, memandang Tuhannya." (QS. Al-Qiyamah ayat 22-23)

Penghuni surga juga akan mendapatkan pahala utama dengan melihat Allah SWT. Para ulama mengatakan bahwa dua ayat berikut juga mengacu peristiwa saat orang-orang melihat Allah SWT:

"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya." (QS. Yunus ayat 26)

"Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya." (QS. Qaf ayat 35)

Ayat-ayat Al-Quran dan hadits di atas membuka mata dan hati kita untuk meningkatkan ibadah pada hari Jumat dan hari-hari lain tentunya. Semoga kita senantiasa tulus berdoa dan beribadah dengan segenap hati agar Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada kita dan memberikan kita surga abadi, di mana kita benar-benar diberkati untuk melihat-Nya setiap hari Jumat. Amin.

Gambar ilustrasi. Foto: Pixabay/mohamed_hassan