8 Rahasia untuk Mencapai Kebahagiaan Dunia dan Akhirat
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap manusia ingin memiliki kehidupan yang bahagia baik di dunia maupun di akhirat. Hidup bahagia bisa menjadi salah satu tujuan terbesar hingga mereka harus berlomba-lomba demi tercapainya kebahagiaan tersebut, baik melalui harta, pencapaian karier, maupun keluarga.
Perlu diingat, segala sesuatunya pasti memiliki tanda. Demikian pula bagi orang-orang yang ingin bahagia dunia dan akhirat.
Allah berfirman dalam QS. Al-Mukminun ayat 1-9 yang artinya:
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya."
Untuk itu, ada 8 beberapa rahasia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
1. Menjaga salat 5 waktu
Jangan pernah menyepelekan sholat karena amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah sholat.
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 238 yang artinya:
"Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'."
2. Tidak membenci
Jangan pernah membenci seseorang walaupun dia berbuat kesalahan padamu. Cobalah untuk mendoakan dia untuk berubah. Karena terdapat kelegaan dan ketenangan saat kita bisa memaafkan orang lain.
Allah berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 10 yang artinya:
"Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat."
3. Tunaikan zakat
Allah SWT melalui ajaran Islam mengajarkan manusia untuk tidak hanya menerima tapi juga memberi. Namun, lebih baik untuk memberi dari pada meminta. Di sinilah anjuran berzakat menjadi relevan dalam agama.
Ketika tidak mampu untuk berzakat, ada cara lain yang bisa dilakukan, yakni bersedekah, berinfak, atau yang lainnya.
4. Tidak berkeluh kesah
Untuk mencapai proses kedewasaan, kita pasti akan mengalami masa-masa untuk berkeluh kesah. Karena Allah SWT telah menjanjikan pahala yang besar kepada mereka yang bersabar dan tidak berkeluh kesah.
Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 155 yang artinya:
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."
5. Menjaga kemaluannya
Patut diakui, perbuatan zina sepertinya sudah dianggap hal biasa dan lumrah. Banyak umat Islam yang melupakan kewajibannya untuk menjaga pandangan dan kemaluan mereka.
Maka dari itu, barang siapa yang mampu menjaga pandangan, pikiran, ucapan, dan tindakan, berarti mereka telah menjaga agamanya.
Allah berfirman dalam QS. Al-Ma'arij ayat 29-31 yang artinya:
“Dan, orang-orang yang memelihara kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki. Maka sesungguhnya, mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang sebaliknya, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas."
6. Bersikap rendah hati
Tidak semua orang memiliki hidup yang berkecukupan. Jika dirimu tergolong dalam orang yang berkecukupan, tanamkanlah sikap rendah hati agar terhindar dari sifat sombong yang bisa merugikan.
7. Selalu memberi
Dalam hidup, akan selalu ada orang lain yang akan peduli kepada kita. Selalu memberi akan jauh lebih baik dari pada meminta. Karena memberi adalah salah satu bagian dari hidup.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.”
Ini menjelaskan bahwa memberi itu lebih baik dari pada meminta.
8. Hindari permusuhan
Kita memang tidak bisa mencegah orang yang menganggap kita musuh. Tapi, kita bisa bisa mengubah itu dengan selalu berbuat baik kepadanya. Perlahan-lahan, mereka akan melihat kebaikan kita dan mengubah musuh menjadi teman.
Allah berfirman dalam QS. Fushilatayat 34 yang artinya:
"Tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik sehingga orang yang ada permusuhan di antaramu dan dia seolah telah menjadi teman yang setia."

