Konten dari Pengguna

Abdurrahman bin Auf, Sahabat Nabi Muhammad SAW yang Paling Kaya Raya

Hijab Lifestyle

Hijab Lifestyle

All about hijab.

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kisah sahabat Nabi Muhammad SAW. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kisah sahabat Nabi Muhammad SAW. Foto: Shutterstock

Kisah para sahabat Nabi Muhammad SAW memang menarik sekali untuk dibaca. Di antara banyak sahabat Nabi Muhammad SAW lainnya, ada salah seorang sahabat yang paling kaya dan sukses, dialah Abdurrahman bin Auf.

Abdurrahman bin Auf adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari Banu Zuhrah, keturunan dari pihak ibu paman-paman Nabi Muhammad SAW. Ia lahir pada tahun ke-10 dari tahun Gajah atau tepatnya pada 581 Masehi. Abdurrahman lahir dari rahim seorang ibu bernama Assyifa binti Auf dan ayah yang bernama Auf bin Abdu Manaf.

Diketahui bahwa Abdurrahman bin Auf termasuk dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga.

Dilansir dari berbagai sumber, Abdurrahman memiliki nama lengkap Abdurrahman bin Auf bin Abdul Harits bin Zahrah bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lu'ay. Dia diketahui menjalani hidup dengan bergelimang harta, karena dialah orang yang paling jago berdagang.

Apa sih rahasia sukses yang menjadikan Abdurrahman bergelimang harta? Rahasia sukses yang ia pegang teguh adalah menghindari yang haram dan syubhat atau yang tidak jelas kehalalan dan keharamannya. Selain itu, dia juga selalu membagikan hartanya dengan keluarga, sanak saudara, dan agama dengan giat bersedekah.

Harta yang dia miliki tak membuatnya kufur dan tamak. Hal ini dibuktikan dengan ia yang pernah menjual tanah seharga 1000 dinar dan membagikan seluruh dinar itu kepada keluarganya Bani Zuhrah, istri-istri Nabi, dan warga miskin. Pun pernah memberikan 500 kuda untuk pasukan Muslimin yang bakal berperang, juga menyumbangkan 1500 unta.

Abdurrahman bin Auf tetap menjalani hidup aman, nyaman, dan dermawan dari sikapnya yang suka menolong dan berbagi rezeki. Bahkan, ia rela mempertaruhkan nyawanya dalam peperangan. Seperti yang dialaminya dalam perang Uhud. Abdurrahman mendapatkan 20 luka yang salah satunya membuat kakinya cacat permanen. Dia bahkan sulit berbicara karena giginya patah dalam perang itu.

Sesaat sebelum meninggal dunia, Abdurrahman takut hartanya justru menjadi penghalangnya ke surga.

"Sungguh aku takut jika aku tidak bisa bertemu dengan para sahabatku karena banyaknya harta yang kumiliki," kata Abdurrahman.

Sahabat Nabi Muhammad SAW ini yang sudah dijamin masuk surga mewasiatkan 500 dinar untuk perjuangan di jalan Allah SWT dan 400 dinar untuk setiap orang yang terlibat dalam perang Badar.