Entertainment
·
25 Juli 2020 17:38

Awal Mula Idul Adha

Konten ini diproduksi oleh Hijab Lifestyle
Awal Mula Idul Adha (986525)
searchPerbesar
Hewan kurban. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Setiap 10 Zulhijjah, seluruh umat Muslim di dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau banyak yang menyebutnya sebagai Hari Raya haji. Bagi umat Islam, Idul Adha juga diartikan sebagai Hari Raya Kurban.
ADVERTISEMENT
Nah, untuk tahun ini, 10 Zulhijjah akan jatuh pada 31 Juli 2020. Pada saat itu, umat Muslim melakukan penyembelihan kurban yang akan dibagikan kepada sesama.
Namun, apa kalian tahu bagaimana awal mula adanya Hari Raya Idul Adha?
Dalam sejarah Islam, Hari Raya Kurban ini terjadi bermula ketika Nabi Ibrahim AS mengalami mimpi yang terus berulang. Di dalam mimpi tersebut, Allah SWT memberikan perintah kepada Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putra kesayangannya, yaitu Ismail.
Untuk diketahui, Nabi Ibrahim memliki dua orang anak yang bernama Ismail dan Ishak.
Anak Nabi Ibrahim AS yang bernama Ismail lahir dari rahim seorang perempuan bernama Siti Hajar. Di saat Nabi Ibrahim AS mendapatkan mimpi untuk diperintahkan menyembelih putranya, ia sangat gundah gulana. Pasalnya, Ismail adalah anak yang patuh kepada orangtua dan perintah Allah SWT. Tetapi, karena mimpi itu, Nabi Ibrahim AS seakan mengalami hal di luar dugaan.
ADVERTISEMENT
Nabi Ibrahim AS yang tak bisa berbuat apa-apa karena maksud mimpi itu adalah perintah dari Sang Pencipta. Datanglah Nabi Ibrahim AS kepada Ismail dengan maksud menyampaikan mimpi itu, bahwa Allah SWT memerintahkan untuk menyembelih anaknya.
Allah SWT berfirman dalam QS. As-Shaffat ayat 102 yang artinya:

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar."

Sebagai bentuk ketaatan Nabi Ibrahim AS, ia memilih untuk melakukan perintah Allah SWT. Anaknya, Ismail, memintah ayahnya untuk mengikatnya dengan tali dan menajamkan pisau supaya ketika disembelih Ismail tidak meronta kesakitan. Ismail juga meminta pakaiannya diberikan kepada sang ibunda sebagai bentuk kenang-kenangan.
ADVERTISEMENT
Apa yang terjadi? Rupanya pisau untuk menyembelih Ismail tidak dapat digunakan. Saat itu lah, Allah SWT menggantikan sosok Ismail dengan seekor kambing untuk disembelih. Hal ini tercantum dalam QS. Ash-Shaffat ayat 107 yang artinya:

"Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar."

Peristiwa ini adalah bentuk pengorbanan kasih sayang seorang ayah yang juga bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Semua pengorbanan yang dilakukan semata-mata hanya untuk menggapai cintanya kepada Allah SWT. Ismail pun meyakini bahwa perintah Allah SWT adalah yang terbaik untuknya.
Peristiwa ini pula menjadi awal mula ibadah kurban yang sangat dianjurkan.
Semoga kisah ini bisa menginspirasi kalian semua, ya.