Awal Mula Perestroika di Uni Sovyet

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Perestroika merupakan suatu hal baru yang dianggap tidak lazim pada saat itu, dimana saat masyarakat Soviet selalu menjaga jarak dan menganut sistem persamaan yang dipropagandakan komunis.
Bahkan orang Barat sering salah duga dengan mengatakan mereka mahal senyum, mungkin ini disebabkan bangsa Soviet dikenal akan ketahanannya terhadap penderitaan akibat perang sehingga membentuk pribadi bangsa yang memiliki nasionalisme kuat, sabar, dan tabah, terlebih lagi bangsa ini juga yang mampu menaklukan Napoleon Bonaparte pada abad ke-19.
Serta sang Fuehrer, Adolf Hitler, diktator paling kejam di muka bumi pun dapat ditundukkan. Hedrick Smith, wartawan Amerika dan menulis pengalamannya melalui buku The Russians saat berkunjung ke sana mengatakan, sangat mudah untuk mengadakan kontak dengan orang Soviet, pemerintah Sovietlah yang menjadi penghalang adanya komunikasi itu.
Foto: Glasnost | www.flickr.com by ken fager
Hal-hal menarik seperti ini yang dianggap menarik untuk dijadikan sebuah makalah, terlebih lagi karena mahasiswa sejarah sendiri masih asing dengan istilah glasnost dan perestroika mungkin ini disebabkan sumber-sumber yang masih sedikit yang menjelaskan soal ini kalaupun ada kebanyakan sumber memakai Bahasa Inggris.
Tidak dapat dipungkiri bahwa lambat laun orang Soviet jenuh dengan propaganda kehebatan partai, sudah saatnya negara itu mengalami perubahan dan memilih pemimpin yang dapat membawa Soviet berkembang tidak hanya di bidang ekonomi.
Meskipun memang ekonomi merupakan alasan utama dijalankannya perestroika, di dalam makalah ini banyak dibahas perestroika karena memang kebanyakan sumber menyinggung soal restrukturisasi ekonomi tersebut dibanding membahas konsep soal keterbukaan atau glasnost yang sebenarnya saling berhubungan, situasi saat itu menjelaskan dimana ideologi komunis adalah sesuatu yang wajib dianut.
Kemudian Mikail Gorbachev muncul hingga saat perestroika diusulkan dan bagaimana Gorbachev menghadapi pro dan kontra dari para pemimpin Uni Soviet.
Bahkan dari rakyatnya sendiri melakukan kontra pendapat mengingat Gorbachev adalah seorang yang benci pemabuk, ia memang bukan pecandu alkohol, melainkan pecandu teater tepatnya, seringkali setelah pulang bekerja bersama istrinya, Raisa, ia langsung menuju Stavropol, mereka selalu hadir bersama dalam setiap pertunjukan drama, ia menikmati pertunjukan Perdamaian Brest, sebuah drama sejarah tentang kekuasaan Lenin di Moskow, entah mengapa ia mengidolakan Vladimir Lenin sang pendiri Soviet Komunis, menurut Gorbachev gagasan mengenai perestroika dan glasnost terinspirasi dari ajaran Lenin.
Foto: Mikail Gorbachev | www.flickr.com by rafsie
Perestroika merupakan kebutuhan mendesak yang timbul dari proses pembangunan yang sangat besar dalam perkembangan Uni Soviet diikuti dengan keterbukaan politik atau glasnost. Masyarakat Uni Soviet telah siap untuk perubahan yang sejak lama didambakan.
Setiap keterlambatan memulai perestroika akan menimbulkan situasi yang semakin memburuk dalam waktu dekat, lebih jauh lagi berdampak pada krisis sosial, ekonomi, dan politik yang gawat.
Perekonomian semakin diperas secara finansial. Penjualan minyak, sumber daya bahan bakar, dan energi bahan baku lainnya, dengan jumlah pasar dunia tidak menolong. Kemerosotan tingkat pertumbuhan dan stagnasi ekonomi pastilah akan memengaruhi aspek kehidupan lain masyarakat.
Reformasi ekonomi Gorbachev mencakup semua bidang, pandangan Marxisme masih mendominasi gagasan ini tentang pemilikan negara atas sarana produksi, ini jelas merugikan pasar swasta ditambah adanya kendala dari kentalnya ideologi sosialis sehingga menyebabkan rintangan sejak awal maka tidak mengherankan jika hasilnya efisiensi ekonomi pada konsep-konsep reformasi tidak tercapai.
Gorbachev, Mikhail. 1987. Perestroika. PT Gelora Aksara Pratama
Desai, Padma. 1990. Perestroika Dalam Perspektif: Strategi dan Dilema Gorbachev. Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti
National Geographic Atlas of the World, edisi ke delapan
http://travel.nationalgeographic.com/travel/countries/russia-facts/
diakses pada hari Kamis, 7 November 2013, pukul 10.21 WIB
http://germanhistorydocs.ghi-dc.org/sub_image.cfm?image_id=125
diakses pada Hari Rabu, 4 Desember 2013, pukul 10.42
http://www.usip.org/publications/human-rights-perestroika-and-the-end-the-cold-war
diakses pada Hari Rabu, 4 Desember 2013, pukul 10.54
http://artinvestment.ru/en/news/artnews/20120525_jacob_zuma.ht
diakses pada Hari Rabu, 4 Desember 2013, pukul 11.14
