Bagaimana Pandangan Islam Soal Mempersulit Urusan Orang Lain?

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berbuat baik kepada orang lain memang sudah seharusnya untuk dilakukan, bukan? Perbuatan baik berupa saling tolong menolong pada kenyataannya memang dilakukan untuk mempermudah persoalan seseorang, bukan malah mempersulit.
Dalam Islam pun, kesederhanaan hidup Nabi Muhammad SAW mampu merangkul orang-orang didekatnya untuk bisa saling merasa damai dan bahagia. Itu tandanya, baik Nabi Muhammad SAW ataupun orang sekitarnya, mereka sama-sama untuk saling tolong menolong dan memudahkan persoalan satu sama lain, makanya terjalin suatu hubungan yang indah dan penuh kesetiaan.
"Ya Allah, barangsiapa yang diberi tanggung jawab untuk menangani urusan umatku, lalu ia mempersulit mereka, maka persulitlah hidupnya. Dan barangsiapa yang diberi tanggung jawab untuk mengurusi umatku, lalu ia memudahkan urusan mereka, maka mudahkanlah hidupnya." (HR Muslim)
Untuk itu, sebagai manusia sudah seharusnya kita memudahkan urusan mereka, baik dalam hal pekerjaan atau pun yang lainnya. Sebab, siapa saja yang memberikan kemudahan urusan orang lain, maka inshaallah dirinya akan diberikan keberkahan oleh Allah SWT.
Tapi ingatnya, dalam memberikan kemudahan kepada orang lain juga harus dilakukan dengan ikhlas atau ketulusan hati tanpa mengharapkan imbalan sesuatu. Sebab, segala sesuatu yang dilakukan dengan ikhlas maka sesuatu yang baik pun akan menyertai.
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 125 yang artinya:
"Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus?...."
Dari ayat tersebut, maksud dari "menyerah diri kepada Allah" adalah mengikhlaskan niat dan amal perbuatan hanya karna Allah SWT semata. Sedangkan maksud dari "mengerjakan kebaikan" adalah sesuatu perbuatan yang dilakukan secara serius dan sesuai sunnah Nabi Muhammah SAW.
