Konten dari Pengguna

Begini Isi Wasiat Imam Syafi'i Menjelang Kematian

Hijab Lifestyle

Hijab Lifestyle

All about hijab.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sejarah Imam Syafi'i. Foto: Unsplash.com/abdullahoguk
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah Imam Syafi'i. Foto: Unsplash.com/abdullahoguk

Salah satu ulama yang memberikan peran penting dalam sejarah pemikiran Islam adalah Imam Syafi'i. Namanya begitu dikenal karena termasuk di antara empat mazhab lainnya.

Imam Syafi'i memiliki nama lengkap Muhammad bin Idris bin Abbas bin Usman bin Syaafi’ bin Saaib bin ‘Ubaid bin ‘Abdu Yazid bin Haasyim bin ‘Abdul Mutthalib bin ‘Abdul Manaf. Beliau dilahirkan di Gaza, Palestina pada 150 Hijriah.

Beliau lahir dari rahim Fatimah binti Abdillah al-Azdiyyah, sedangkan ayahnya bernama Idris bin Abbas.

Di saat usia 7 tahun, Imam Syafi'i sudah bisa menghafap Al-Quran. Dia pula banyak mempelajari ilmu fiqih dari ulama-ulama ternama. Beliau mendapatkan julukan Nashih Al Hadits atau pembela sunah Nabi, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber.

Singkat cerita, Imam Sayfi'i meninggal di Fusthat, Mesir, pada 204 Hijriah atau 819 Masehi. Menjelang beliau wafat, ada nasihat penting yang diberikannya kepada salah seorang muridnya yang berna,a Al-Muzanni.

Dari wasiat itu, Imam Syafi'i menyampaikan agar muridnya tersebut dapat selalu bertaqwa kepada Allah SWT, selalu mengingat akhirat, mengikuti jalan kebenaran, sabar dalam menghadapi suatu masalah atau musibah, dan berbuat baik kepada siapa pun.

Nasihat tersebut tercantum dalam sebuah buku Biografi Imam Syafi'i: Kisah Perjalanan Hidup Sang Mujtahid karya Tariq Suwaidan.

Dalam buku tersebut, Imam Syafi'i mengatakan, "Bertakwalah kepada Allah dan ingatlah selalu akhirat dalam hatimu. Jadikan kematian selalu di matamu dan jangan lupa keadaanmu kelak di hadapan Allah. Jadilah selalu bersama Allah dan jauhi larangan-Nya. Tunaikan kewajiban-Nya dan berjalanlah di jalan keberanan di mana pun kau berada."

"Jadikan kejujuran sebagai lisanmu, menjaga amanat sebagai tiangmu, rahmat sebagai buahmu, syukur sebagai pembersihmu, kebenaran sebagai perniagaanmu, kasih sayang sebagai hiasanmu, Alquran sebagai kecerdasanmu, ketaatan sebagai hidupmu, keridaan sebagai amanatmu, pemahaman sebagai mata hatimu, harapan sebagai kesabaranmu, dan takut sebagai pakaianmu," lanjutnya.

"Jadikan sedekah sebagai pelindungmu, zakat sebagai bentengmu, rasa malu sebagai pemimpinmu, kesabaran sebagai menterimu, tawakkal sebagai tamengmu, dunia sebagai penjaramu, kemiskinan sebagai tempat tidurmu, kebenaran sebagai penuntunmu, haji dan jihad sebagai tujuanmu, Alquran sebagai temenmu berbicara, dan Allah sebagai penghiburmu. Barangsiapa menjadikan semua ini menjadi sifatnya maka surga akan menjadi tempatnya," tutupnya.

Itulah wasiat Imam Syafi'i sebelum ajal menutup usianya.