Berapa Lama Nifas Ibu Hamil dalam Islam?

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Islam, terdapat sejumlah aturan yang dilarang untuk dilakukan bagi wanita haid dan nifas, seperti kewajiban salat, puasa, hingga berhubungan badan.
Biasanya, perempuan akan mengalami haid pertama kali di usia 10-16 tahun, sejak saat itu pula hukum Islam berlaku padanya. Sedangkan nifas adalah darah yang keluar dari rahim usai menjalani proses melahirkan. Bahkan, ini bisa terjadi sebelum atau sesudah dengan waktu berkisar 2-3 hari.
Dilansir dari laman NU Online, rupanya terdapat beberapa pendapat mengenai batas maksimal nifas. Adapun Imam Atha, As-Sya’bi, dan Aisyah berpendapat bahwa batas maksimal nifas 60 hari. Namun, mayoritas ulama mengatakan 40 hari.
"Dari Ummu Salamah ia berkata, 'Pada masa Rasulullah SAW perempuan-perempuan yang nifas duduk berdiam diri (menunggu masa nifas) selama empat puluh hari, dan kami membersihkan wajah kami dari kotoran dengan wars (semacam tumbuhan yang wangi),'" (HR Ibnu Majah)
Bagi ibu hamil, masa nifas biasanya berlangsung selama 40 hari atau lebih dalam hukum Islam. Di masa tersebut, mereka dibebaskan dari kewajibannya, sama seperti haid. Setelah darah nifas tersebut keluar lebih dari 40 hari, namun sudah menunjukkan tanda-tanda akan berhenti, maka tunggulah sampai darah tersebut berhenti keluar. Barulah seorang muslimah tersebut melakukan mandi wajib.
Meskipun umumnya perempuan atau ibu hamil mengalami masa nifas selama 40 hari, tapi itu bukanlah menjadi satu-satunya rujukan ya. Sebab, siklus nifas setiap ibu hamil berbeda-beda, ada yang cepat, ada pula benar-benar 40 hari, namun ada pula yang lebih.
Pendapat Imam Malik menyatakan, Imam Malik mengatakan, "Apabila seorang wanita mendapati darah setelah dua atau tiga hari, yakni sejak berhentinya, maka itu termasuk nifas. Jika tidak, berarti darah haid."
Tapi, kamu juga perlu mempertanyakan ya jika darah nifas yang keluar terus-menerus, bisa jadi ada kemungkinan infeksi. Wallahualam.
