Berbagai Alasan Mengonsumsi Makanan Haram Itu Dilarang

All about hijab.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makanan haram adalah makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh umat Islam sesuai dengan anjuran Allah SWT dan rasul-Nya. Sebab, mengonsumsi makanan haram dapat mendatangkan kerugian bagi umat muslim, baik di dunia maupun akhirat.
Makanan yang dilarang untuk dikonsumsi oleh umat Islam dapat dibagi ke dalam dua golongan, yakni karena dzatnya maupun karena suatu kondisi. Adapun makanan haram ini disebutkan dalam firman Allah SWT QS. Al-Maidah ayat 3 yang artinya:
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Segala hal yang diperintahkan oleh Allah SWT pasti mengandung hikmah dan faedah. Selain menaati segala perintah Allah SWT juga merupakan bentuk ketakwaan.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'raf ayat 157 yang artinya:
"(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung."
Dilansir dari NU Online, terdapat 4 alasan kenapa makanan haram tidak boleh dimakan. Simak ulasannya berikut, ya.
1. Energi tubuh yang lahir dari makanan haram cenderung untuk dipakai maksiat
Dalam suatu hadis, dijelaskan bahwa makanan haram jika dikonsumsi oleh umat Islam, energi yang ada di dalam tubuhnya akan dipakai maksiat.
"Siapa saja yang makan makanan yang haram, maka bermaksiatlah anggota tubuhnya, mau tidak mau." (al-Ghazali, Ihya ‘Ulum al-Din, jilid 2, hal. 91)
Rasulullah SAW juga mengatakan demikian yang terdapat dalam suatu hadis.
"Tidaklah yang baik itu mendatangkan sesuatu kecuali yang baik pula." (HR al-Bukhari dan Muslim)
2. Terhalangnya doa
Mengonsumsi makanan haram ternyata menjadi salah satu hal yang dapat membuat doa kita terhalang untuk dikabulkan. Maka dari itu, mengonsumsi makanan yang baik, amal perbuatan yang baik, dan ketaatan secara umum yang membuat doa kita dapat terkabul.
Salah satu hadis Rasulullah SAW kepada sahabatnya Sa'd ra mengatakan bahwa makan makanan yang tidak halal menjadi akan membuat terhalangnya doa.
“Wahai Sa‘d, perbaikilah makananmu, niscaya doamu mustajab. Demi Dzat yang menggenggam jiwa Muhammad, sesungguhnya seorang hamba yang melemparkan satu suap makanan yang haram ke dalam perutnya, maka tidak diterima amalnya selama empat puluh hari” (Sulaiman ibn Ahmad, al-Mu‘jam al-Ausath, jilid 6, hal. 310)
3. Sulit menerima ilmu Allah
Meski tidak disebutkan secara jelas bahwa makan makanan haram dapat sulit menerima ilmu. Namun, al-syafi'i atau mahzab Syafi'i menyebutkan makan makanan tidak halal itu termasuk sebagai perbuatan maksiat.
Aku mengeluhkan buruknya hapalanku kepada Imam Waki‘
Beliau menyarankan kepadaku untuk meninggalkan maksiat
Dan beliau berkata, ketahuilah ilmu ialah cahaya
Sedangkan cahaya Allah tak diberikan kepada ahli maksiat
Itulah yang dikeluhkan oleh al-syafi'i kepada gurunya Imam Waki' dalam sebuah syairnya.
4. Ancaman keras di akhirat
Umat muslim yang mengonsumsi makanan haram, maka siksaan api neraka akan mengintainya di akhirat kelak. Ancaman ini bahkan dijelaskan dalam kitab suci Al-Quran dan hadis.
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 10 yang artinya:
"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)."
Sedangkan hadis yang menyebutkan bahwa mengonsumsi makanan tidak halal akan membuat orang itu disiksa api neraka.
"Setiap daging dan darah yang tumbuh dari perkara haram, maka neraka lebih utama terhadap keduanya." (HR Al-Thabrani)
Itulah beberapa alasan dan bahaya bagi umat muslim yang mengonsumsi makanan haram. Semoga kita semua tetap patuh menjalani perintah dan menjauhi larangan-Nya, ya.
