Konten dari Pengguna

Fenomena “Hijabers Sosialita” (Part 1)

Hijab Lifestyle

Hijab Lifestyle

All about hijab.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Joy Roesma dan Nadia Mulya dalam buku KOCOK! UNCUT: The Untold Stories of Arisan Ladies and Socialites mendefinisikan sosialita adalah orang yang sering datang ke event gaya hidup kelas atas dan diburu fotografer. Dari definisi sosialita diatas yang merupakan sebagian dari definisi definisi sosialita yang ada di dunia.

Kita mungkin dapat menyimpulkan bahwa sosialita merupakan suatu bentuk kegiatan yang dihadiri oleh orang-orang yang sudah ataupun yang belum menjadi member (terdata atau penerimaan objective) tetapi mendapatkan undangan untuk hadir dalam kegitan tersebut dalam mewujudkan suatu tujuan tertentu yang sudah ditentukan, dengan syarat syarat tertentu yang telah ditentukan untuk member dan undangan (member dan undangan biasanya tokoh-tokoh masyarakat terkenal).

Fenomena “Hijabers Sosialita” (Part 1)
zoom-in-whitePerbesar

Foto: Hijaber Fashionable | www.pexels.com by antas singh

Istilah “sosialita” awalnya muncul di Perancis, pada awalnya mengapa disebut kaum socialite adalah karena pelakunya berasal dari kaum elite dan kegiatan yang mereka lakukan adalah berbagi kepada kaum yang kurang beruntung dan yang termasuk ke dalam kaum ini dulu tidak terbatas pada gender semata, baik perempuan dan laki-laki yang melakukan gaya hidup seperti ini mereka termasuk ke dalam golongan kaum “sosialita” (Inti Soebagio Roesma, 2013:363).

Kaum sosialita lebih diartikan oleh masyarakat sebagai kumpulan orang yang tampilannya terlihat glamour, tidak peduli mereka orang mampu atau bukan, tidak peduli mereka melakukan kegiatan amal atau tidak sehingga kaum sosialita sekarang ini cenderung diartikan sebagai orang-orang hedonis.

Fenomena “Hijabers Sosialita” (Part 1) (1)
zoom-in-whitePerbesar

Foto: Hijaber Fashionable | www.pexels.com by antas singh

Oleh karena sosialita diidentikan dengan gaya hidup yang bersifat hedonis, para sosialita digambarkan sebagai perempuan yang senang berpakaian modis, selalu mengunjungi kafe-kafe, dan berbagai hal lainnya yang dapat menumbuhkan kesan elit. Di Indonesia pencitraan mengenai sosialita juga tak lepas dari para pemakai jilbab atau yang sekarang dikenal hijab akibat globalisasi ekonomi dan kebudayaan, bagaimana aneka mode pakaian khususnya jilbab atau hijab ini tengah dijadikan trend untuk kepentingan memfashionkan jilbab, jika dulu jilbab dikenal kuno, ketinggalan zaman maka sekarang ini jilbab banyak dikreasikan dengan berbagai gaya hingga kedudukannya sebagai pelindung muslimah mulai bergeser ke arah yang negatif, sering ditemukan fenomena jilbaber atau hijabers berpakaian serba mewah, glamour dengan gaya busana serba pendek dan transparan bahkan majalah-majalah fashion juga banyak memunculkan sosok jilbaber dengan busana khas zaman sekarang.

Memang ada hal positif yang didapat dari kreativitas ini, misalnya mantan model majalah Playboy asal Malaysia, Felixia Yeap yang baru saja masuk Islam pada 3 Juli 2014 lalu, ia mengaku masuk Islam karena tertarik pada hijab, untunglah gaya berpakaian Felixia setelah menjadi muslimah masih menutupi bagian dada dan tidak terlalu mencolok.

Sofi Solihah