Konten dari Pengguna

Funan abad ke-2 sampai ke-3 M (Part 1)

Hijab Lifestyle

Hijab Lifestyle

All about hijab.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Antara tahun 225 dan 250 M, tepatnya di bawah pemerintahan Fan Chan, Fu-nan mulai menjalin hubungan dengan Dinasti Murunda dari India dan mengirim utusannya yang pertama ke Tiongkok, di tulisan lain terdapat pernyataan bahwa:

Peristiwa itu yang lebih berkaitan dengan pertimbangan dagang daripada dengan ambisi politik memberi kepada pemerintahannya arti penting. Pada masa itu, masa Tiga Kerajaan, China Selatan (Kerajaan Wu) untuk hubungan dagangnya dengan Barat tidak mungkin lagi memakai jalan lewat daratan yang diawasi oleh Dinasti Wei maka ia berusaha melalui laut untuk memperoleh barang mewah yang diperlukannya.

Perlu diingat bahwa Fu-nan mempunyai kedudukan yang istimewa di jalan niaga laut dan merupakan tempat perhentian yang wajib baik bagi pelaut yang melewati Selat Malaka maupun bagi mereka yang dalam jumlah besar melalui tanah-tanah genting di Semenanjung Tanah Melayu. Fu-nan bahkan barangkali merupakan titik ujung untuk pelayaran dari sebelah timur Laut Tengah jika Kattigara dalam karya Ptolomeus memang benar terletak di Pantai Barat Conchinchina (Elliot, 1903:292).

Foto: Ilustrasi Peninggalan Kebudayaan China | www.pexels.com by David Besh

Perebutan kekuasaan inilah yang agaknya pertama-tama menjalin hubungan resmi dan langsung dengan pemimpin-pemimpin di India. Sebuah teks dari abad ke-5 M mengisahkan bahwa seorang bernama Chia-hsiang-li dari negeri T’an-yang, rupa-rupanya terletak di sebelah barat India, mencapai India dan kemudian Fu-nan. Dialah yang konon memberitahukan kepada Raja Fan Chan keajaiban-keajaiban apa saja yang disuguhkan oleh negeri yang jauh itu kepada pengunjung.

Akan tetapi, perjalanannya jauh, pulang-pergi dapat berlangsung selama tiga bahkan empat tahun. Apakah Raja Fan Chan terpikat oleh kisah-kisah Chia-hsiang-li? Sekurang-kurangnya diketahui dari sumber yang dapat dipercaya bahwa sebagai utusan ke India dikirimnya salah seorang anggota keluarganya yang bernama Su-wu. Su-wu naik kapal di T’ou-chu-li, barangkali Takkola, jika ini benar maka pengaruh Fu-nan pada zaman itu memang sampai Lautan India, utusan tersebut mencapai delta Sungai Gangga dan menghulu sampai ibukota yang dipimpin oleh seorang yang mungkin sekali anggota Dinasti Murunda sebagaimana yang diakui Sylvain Levi.

Foto: Bangunan Peninggalan Dinasti China | www.pexels.com by tranmautritam

Raja yang beragama Hindu ini membawa orang asing itu jalan-jalan menjelajahi kerajannya lalu sebelum mereka pulang mereka dianugerahi empat ekor kuda dari wilayah Indo-Scythia bagi raja mereka. Selain itu, ia memberi teman perjalanan mereka seorang India bernama Ch’en-sung. Su-wu mencapai Fu-nan empat tahun sesudah keberangkatannya.

Menurut buku Sejarah Tiga Kerajaan, Fan Chan pulalah yang pada tahun 243 M, mengirim utusan ke Tiongkok untuk menyerahkan hadiah berupa pemain-pemain musik dan hasil bumi negerinya. Mengenai apakah dia juga yang menulis Prasasti Sansekerta yang telah disebutkan tadi dan yang dalam teks ini dikemukakan sebagai anggota keluarga Sri Mara, bukanlah suatu yang mustahil sebab Fan Chan, putra dari saudara perempuan Sri Mara, memang berhak menamakan dirinya berkerabat dengan pendahulunya.

Diolah dari berbagai sumber

by Sofi Solihah