Konten dari Pengguna

Ilmu Bantu yang Biasa Digunakan dalam Filologi

Hijab Lifestyle

Hijab Lifestyle

All about hijab.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

1. Ilmu Linguistik

Ada beberapa cabang linguistik yang dipandang dapat membantu filologi dalam pengkajian naskah. Pertama, etimologi yang berfungsi untuk mempelajari asal muasal sejarah kata. Kedua, sosiolinguistik merupakan cabang linguistik yang menelaah korelasi dan saling berpengaruhnya antara perilaku bahasa dan perilaku sosial. Ketiga, stilistika merupakan ilmu yang mencermati gaya bahasa sastra sehingga filologi akan terbantu untuk mengetahui berapa usia teks tersebut.

Hal-hal ini sangat menyulitkan pelacakan naskah asli dengan menekuni gaya bahasa suatu teks mungkin akan tampak adanya suatu episode yang memperlihatkan kelainan gaya bahasanya. Besar kemungkinannya bahwa episode yang demikian itu bukan termasuk teks asli. Selanjutnya pengetahuan stilistika diharapkan dapat membantu penentuan usia teks.

Telah dikemukakan bahwa banyak naskah lama yang tidak mencantumkan jatah waktu penulisan atau penyalinannya dan nama pengarangnya. Perbandingan gaya bahasa naskah yang demikian dengan gaya bahasa naskah-naskah yang diketahui usianya meskipun hanya sekedar perkiraan zaman penulisannya.

Foto: Ilustrasi Sejarah | Pixabay.com

2. Pengetahuan Bahasa-Bahasa yang Mempengaruhi Bahasa Teks

Semisal bahasa Sansekerta yang banyak dijumpai dalam naskah cerita fiksi atau berupa epik Ramayana, Mahabarata, dan Sang Hyang Kamahayanikan dan bahasa Arab tanpa syakal atau harokat akan kita temui dalam karya Melayu Kuno seperti karangan Hamzah Fanzuri, Nuruddin Arraniri, Abdurauf Asssingkeli dan lain-lain.

Foto: Ilustrasi Sejarah | Fancycrave.com

3. Paleografi

Paleografi membantu menentukan waktu dan tempat terjadinya tulisan tersebut. Hal ini sangat penting karena indikator-indikator yang muncul dari tulisan tersebut akan memberikan titik terang tentang siapa pengarang tulisan tersebut. Selain itu, hal yang tidak boleh dilewatkan adalah pengamatan anatomi dari tulisan itu sendiri seperti ukuran, bahan naskah, tinta, panjang dan jarak baris dalam tulisan.

Dalam sejarah Asia Tenggara, ada pula tulisan kuno yang dikembangkan di Nusantara dulu. Tulisan itu adalah tulisan yang disebut Palawa. Tulisan ini dibagi menjadi 2 ciri, palawa awal dan palawa lanjut. Palawa awal menunjukkan adanya pengaruh dari India Selatan dan Sri Langka di abad ke-3 hingga abad ke-5 sedang palawa lanjut, dimulai pada abad ke-7 dan ke-8.

4. Ilmu Sastra

Dalam peradaban nusantara banyak sekali karya fiksi yang mengarah kepada karya sastra. Karya sastra ini lebih didominasi dengan karya yang bergenre jenaka atau pelipur lara, berbingkai. Selain itu, ada pula cerita pewayangan yang menggambarkan kisah kehidupan manusia yang tercermin dari khasanah agama Islam. Tentunya, itu semua membutuhkan pendekatan yang signifikan untuk mengetahui secara pasti makna dari kisah-kisah tersebut.