Imbalan Pahala hingga Rumah di Surga bagi Setiap Ibu yang Mengalami Keguguran

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasangan Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar belum lama ini mengumumkan bahwa mereka tengah menanti anak pertama. Namun, kehamilan pertama putri sulung Anang Hermansyah tersebut hanya berlangsung kurang lebih 5 minggu, karena Aurel mengalami keguguran.
Melalui unggahan Instagram pribadinya, Aurel menyampaikan kabar duka sambil memperlihatkan foto hasil USG.
"Innalillahi Wa Innailaihi Roji’un. Selamat jalan anakku sayang.. doain mama & papa dr surga ya," tulis Aurel.
Dalam hal ini, keguguran dapat dikatakan salah satu masalah dalam kehamilan yang paling ditakuti oleh ibu hamil.
Setiap wanita yang telah menikah, pasti akan sangat mendambakan kehadiran buah hati. Perasaan bahagia pasti akan menyelimuti keluarga mereka. Oleh karena itu, setiap calon ibu pasti akan berusaha maksimal untuk menjaga kesehatan kandungan hingga melahirkan.
Maka dari itu, keguguran menjadi hal yang paling tidak diinginkan oleh seorang calon ibu. Perasaan sedih pastinya akan menyelimutinya. Namun, di balik kesedihan tersebut, ternyata Allah SWT telah menyiapkan hal yang lebih indah dari kejadian yang dialami.
Allah SWT menyiapkan imbalan pahala yang sangat luar biasa apabila ada seorang ibu yang mengalami keguguran.
"Dikatakan kepada bayi yang mati ini, ‘Masuklah ke dalam surga’. Kemudian sibayi mengatakan, ‘Tidak, sampaiorang tuaku masuk surga’. Kemudian disampaikan kepadanya, ‘Masuklah kalian kedalam surga bersama orang tua kalian'." (HR An Nasa'i)
Tidak hanya pahala, tetapi juga Allah SWT menyediakan rumah di surga bagi ibu yang mengalami keguguran. Terlebih jika janin yang mengalami keguguran sudah berusia 4 bulan lebih. Sebab, pada usia tersebut telah ditiupkan ruhnya oleh Allah SWT, sehingga janin tersebut sudah dianggap sama seperti bayi yang sudah lahir.
Dari Abu Musa al-Asy’ari, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Apabila bayi seorang hamba meninggal dunia, maka Allah bertanya kepada malaikat, 'Apakah kalian mencabut nyawa bayi hamba-Ku?'
Mereka menjawab, 'Ya'.
Allah bertanya lagi, 'Apakah kalian mencabutnyawa buah hatinya?'
Mereka menjawab, 'Ya'.
Allah bertanya lagi, 'Apa yang diucapkan hamba-Ku?'
Malaikat menjawab, 'Dia memuji-Mu dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raajiun'.
Kemudian Allah berfirman, 'Bangunkan untuk hamba-Ku satu rumah di surga. Beri nama rumah itudengan Baitul Hamdi (rumah pujian)'." (HR Tirmidzi)
Tak hanya itu, bayi yang meninggal pun akan memberikan syafaat kepada kedua orangtuanya. Syafaat tersebut berupa syafaat di hari kiamat dan dapat menjadi penghalang bagi kedua orangtuanya dari panas api neraka.
