Konten dari Pengguna

Jack Ma, Memberi Pelajaran Hidup Dengan 9+9

Hijab Lifestyle

Hijab Lifestyle

All about hijab.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Assalamu’alaikum ukhti, topik kali ini kita akan mengambil kisah inspiratif dari seorang pebisnis ternama asal negeri Cina, Jack Ma. Dia adalah pemilik perusahaan e-commerce top dunia, AliBaba. Selain sebagai seorang pengusaha, Jack Ma juga dikenal sebagai salah satu motivator ulung kelas dunia. Setiap orang yang pernah bertemu dan mendengar pembicaaannya selalu merasa seperti terlahir kembali dengan pola pikir baru.

Jack Ma, Memberi Pelajaran Hidup Dengan 9+9
zoom-in-whitePerbesar

Foto : Pixabay

Dalam salah satu sesi bicaranya, Jack Ma pernah menuliskan ini di papan tulis:

2+2= 4

4+4= 8

8+8= 16

9+9= 19

Penjumlahan tersebut adalah sebuah hitungan matematika yang terbilang mudah, namun seluruh peserta merasa aneh dan sempat mengira bahwa Jack Ma salah menulis jawaban pada penjumlahan terakhir.

Masa iya 9+9=19?

Saat itu semua peserta dengan serentak menyorakinya dan berkata bahwa penjumlahan terakhir salah. Jack Ma tersenyum dan dengan tenang mengakuinya. Bahwa jawaban soal terakhir memang salah.

Jack Ma kemudian berkata, "tapi 3 jawaban saya sebelumnya benar, kenapa kalian tidak memuji saya, dan hanya fokus melihat kesalahan saya di satu soal?" Perkataan Jack Ma ini seketika membungkam seluruh peserta. Demikianlah hakikat kebanyakan manusia, mudah bereaksi keras ketika melihat kesalahan orang lain, membesar-besarkannya dan meniadakan seluruh kebaikan lain yang pernah diperbuat orang tersebut. Ibarat pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelanga

Berdasarkan hal tersebut, Jack Ma berpesan kepada para pendengaranya, mengingat tabiat manusia yang demikian, maka seyogyanya ketika kita berbuat salah, janganlah terlalu sedih dan berlarut-larut di dalam penyesalan diri. Sebaliknya bangkitlah dan memperbaiki diri. Karena kesuksesan sering kali diawali kesalahan demi kesalahan yang dijadikan pembelajaran.