Konten dari Pengguna

Jaga Perkataan dengan Hindari 10 Maksiat Lisan (Part 1)

Hijab Lifestyle

Hijab Lifestyle

All about hijab.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengutuk. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengutuk. Foto: Pexels

Menjaga lisan, terkadang menjadi hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Tanpa sadar, apa yang kita ucapkan dapat menyakiti hati orang lain, sehingga bisa terjerumus dalam api neraka. Sebab, apa yang kita ucapkan dengan lisan akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Maka dari itu, berhati-hatilah terhadap lisan.

Allah SWT berfirman dalam QS. Qaf ayat 18 yang artinya:

"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir."

Rasulullah SAW dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari, beliau bersabda, bahwa keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan. Itulah mengapa menjaga lisan sangat penting.

Di zaman yang sudah modern ini, ketajaman lisan bahkan bisa diwujudkan dalam aktivitas di media sosial, melalui status yang dibuat atau dalam komentar suatu unggahan. Umat Islam, sudah semestinya untuk membuat status atau berkomentar hal-hal yang tidak menyinggung atau menyakiti orang lain.

Allah SWT Berfirman dalam QS. Nisa ayat 114 yang artinya:

"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar."

Dalam ajaran Islam sangat menaruh perhatian pada aktivitas lisan agar setiap muslim tidak binasa hanya karena tidak dapat menjaga lisannya. Nah, dalam Islam pula, telah memberikan hal-hal yang dilarang untuk diucapkan sebagaimana yang sudah dirangkum b=dari berbadai sumber.

1. Mengutuk

Ilustrasi mengutuk. Foto: Pexels

Seorang muslim sudah sepantasnya untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang mengutuk atau melaknat pada apa pun, baik kepada manusia, hewan, benda mati. Jika melakukannya, berarti mereka telah menjauhkan diri dari Allah SWT.

"Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, melaknat, berperangai buruk, dan mengeluarkan ucapan yang kotor." (HR Tirmidzi)

2. Melebih-lebihkan

Selain ucapan yang mengutuk, Islam juga mengajarkan untuk tidak melebih-lebihkan perkataan, termasuk mengulang-uang perkataan tanpa ada manfaatnya sama sekali.

Maka, hendaknya kita berbicara secukupnya sesuai yang dibutuhkan.

"Beruntunglah mereka yang mampu menahan lidahnya dari berbicara yang melebihi porsinya dan mau membelanjakan kelebihan dari harta yang dimilikinya di jalan Allah." (HR Tirmidzi)

3. Berlidah dua

Ilustrasi bermuka dua. Foto: Unsplash.com

Mungkin saat ini istilah yang lebih terkenalnya adalah bermuka dua. Mereka yang melakukan ini pada dasarnya menunjukkan sikap persetujuan atau dukungan terhadap dua pihak yang sedang berselisih.

Sifat ini menjadi tanda kemunafikan dan dapat mengandung gosip dan adu domba.

"Kalian akan mendapati seburuk-buruknya manusia adalah orang-orang yang bermuka dua. Dia mendatangi kelompok yang ini dengan satu wajah, dan mendatangi kelopok lainnya dengan wajah lainpula." (HR Bukhari dan Muslim)

4. Kata-kata yang melecehkan

Bagi seorang muslim, kita tidak diperbolehkan untuk mengeluarkan kata-kata yang bersifat melecehkan atau cabul yang dimaksudkan untuk mengungkapkan hal-hal buruk secara jelas atau gamblang.

"Sesungguhnya berkata melecehkan atau melakukan pelecehan bukanlah dari ajaran Islam dan sesungguhnya sebaik-baik Islamnya seseorang adalah yang paling baik akhlaknya." (HR Ahmad)

5. Mengejek

Ilustrasi mengejek. Foto: Pixabay

Menertawakan kekurangan seseorang bukanlah sikap yang pantas dilakukan seorang muslim. Ejekan ini bisa berupa senyuman kecil, tertawa, atau bahkan menghibah. Jelas, perbuatan ini dilarang dan dapat menyakiti perasaan mereka yang diejek.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 11 yang artinya:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim."

Simak kelanjutan 10 maksiat lisan lainnya.