Kekuatan Doa Terhadap Psikologis Seseorang

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kamu percaya tidak, kalau doa memberikan efek positif bagi kesehatan mental seseorang? Berdoa rupanya mampu menyembuhkan seseorang secara spiritual. Ketika rasa putus asa dan kepedihan sudah menyelimuti hati dan pikiran kita, pasti ada saja hal-hal buruk yang akan dilakukan. Yap, paling buruknya adalah bunuh diri.
Namun, siapa sangka bahwa ada hal istimewa yang diberikan ketika kita berdoa dengan sungguh-sungguh. Kekuatan sebuah doa seharusnya tidak perlu lagi kamu ragukan karena memang efeknya yang luar biasa.
Mungkin terdengar klise ya, banyak peneliti yang mulai melirik dan meneliti soal pengaruh doa ke dalam psikologis seseorang.
Dilansir dari berbagai sumber, sejak puluhan tahun silam, tepatnya 1930, para ilmuwan telah meneliti pengaruh doa terhadap jantung dan gelombang otak. Bahkan berdoa menjadi salah satu bentuk meditasi dan senjata dalam menjaga kesehatan fisik dan mental.
Profesor di bidang radiologi, psikologi, dan studi religi di University of Pennsylvania bernama Dr. Andrew Newberg dan juga salah satu pendiri Penn’s Center for Spirituality and the Mind menggungkapkan bahwa, "Ilmu pengetahuan telah berhasil membuktikan, agama benar-benar dapat memberikan dampak positif terhadap kesehatan."
Disamping motif apa pun yang ada dibalik alasan kenapa orang berdoa, sebuah studi menunjukkan sekitar 36% orang menggunakan obat alternatif dan angka tersebut dapat meningkat dua kali lipat ketika doa dimasukkan.
Kita semua mengetahui bahwa ada beberapa macam agama yang dianut oleh setiap orang. Tetapi, apa pun agamanya, doa tetap menjadi salah satu bentuk meditasi yang dapat membuat tubuh menjadi rileks. Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Mehmet OZ, direktur dari Cardiovaskular Inst. di New York sebagaimana dilansir dari aks.droz.com.
Selain itu, berdoa juga dapat memberikan aura positif yang akan membuat seseorang merasa damai dan bahagia. Itu tandanya, berdoa memicu respon psikologis yang positif.
