Kenapa Dzulqaidah Disebut Bulan Haram yang Diagungkan Allah SWT?

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada 22 Juni 2020 kemarin, dalam kalender Islam, kita telah memasuki bulan Dzulqaidah. Di mana, bulan ini termasuk empat bulan istimewa dari pada delapan bulan lainnya. Sebab, bulan ini adalah bulan yang diagungkan oleh Allah SWT yang dikenal dengan istilah Asyharul Hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan. Atau yang lebih dikenal lagi sebagai bulan haram.
Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 36 yang artinya:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat Bulan Haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya, sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."
Adapun empat bulan haram tersebut adalah Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW.
"Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya'ban." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Tapi, kenapa sih empat bulan tersebut dikenal sebagai bulan haram?
Karena ini termasuk bulan Dzulqaidah yang merupakan salah satu di antara empat bulan haram, maka akan dijelaskan lebih lanjut tentang bulan ini.
Dirangkum dari berbagai sumber pada Rabu (1/7/2020), Dzulqaidah berasal dari kata qa'da yang artiya duduk atau istirahat. Maksud dari arti tersebut karena dulu banyak orang Arab yang istirahat dalam berperang dan bersiap dalam menyambut bulan haji, yakni Dzulhijjah.
Bulan haram yang dimaksud adalah bulan suci. Bulan yang diagungkan oleh Allah SWT. Untuk itu, bulan Dzulqaidah sama halnya dengan istirahat dalam berperang. Para ulama menafsirkannya sebagai berhenti menganiaya diri sendiri. Dalam artian, di bulan ini jangan sampai melakukan yang bejat dan tidak disukai Allah SWT, yaitu berbuat maksiat. Karena, mereka yang melakukan maksiat di bulan ini dosanya akan lebih besar dibanding bulan-bulan lainnya.
Tapi sebaliknya, jika kalian melakukannya dengan perbuatan baik, seperti beramal saleh, maka akan dilipatgandakan pahalanya lebih besar dari bulan lainnya. Contohnya puasa, bersedekah, membaca Alquran, dan perbuatan baik lainnya.
Jadi, sudah tahukan kenapa bulan Dzulqaidah disebut bulan haram? Dan kalian juga tahu kan apa yang harus banyak dilakukan di bulan ini? Yap, beramal saleh. Jauhi maksiat dan dekatkanlah diri kepada Allah SWT dengan beramal saleh.
