Kepribadian Anak Kedua Dalam Keluarga

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Assalamualaikum sahabat hijab, setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Kepribadian tersebut bisa terbentuk karena beberapa faktor seperti keluarga, lingkungan, dan karakter asli. Karakter asli disini sangat berhubungan dengan psikologi seorang anak. Menurut seorang ilmuwan psikologi, bernama Alfred Adler yang juga seorang dokter medis berpendapat bahwa urutan kelahiran punya andil dalam menentukan kepribadian dari seseorang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa anak pertama, kedua, ketiga, dan keempat memiliki kepribadian yang berbeda. Nah berikut ini, aku akan menjelaskan fakta kepribadiaan anak kedua dalam sebuah keluarga. Yuk langsung simak uraian berikut ini.

1. Mampu Bekerja Sama dengan Tim
Sebuah studi tahun 1996 yang diterbitkan dalam The Journal of Genetic Psychology (dan masih berlaku hingga hari ini) menemukan bahwa anak kedua cenderung lebih baik saat kerja kelompok. Jadi, bila anak tengah Anda meminta saran lebih baik ekskul berenang atau futsal, maka ia akan lebih cocok mengikuti futsal. Beri mereka beberapa teman dan kegiatan, maka anak tengah siap menjalani hari.
2. Berani Mengambil Resiko
Ketika menganalisis data dari National Longitudinal Survey of Youth, para peneliti dari University of Colorado di Denver, AS menemukan fakta bahwa anak tengah lebih berani mengambil risiko, termasuk dalam mencoba alkohol dan seks. Anak sulung cenderung lebih takut mencoba hal baru sedangkan anak kedua justru merasa tertantang. Hal ini mungkin disebabkan karena orangtua jauh lebih santai ketika memiliki anak kedua ketimbang saat pertama kali punya anak.
3. Memiliki Emosi Yang Baik
Dalam sebuah penelitian tahun 2013 di Universidad Autónoma de Madrid ditemukan fakta bahwa anak tengah yang tinggal bersama kedua orangtua kandungnya cenderung lebih sedikit mengalami gangguan emosional atau lebih sedikit yang didiagnosis ADHD ketimbang saudara kandungnya. Mengapa? Alasannya karena ia terus dikelilingi oleh orangtua dan saudara-saudara kandungnya. Menurut para peneliti, cara itulah yang membuat anak kedua tetap sehat.
4. Memiliki Kreativitas
Anak kedua biasanya lebih senang menyendiri dan juga selalu bersemangat dalam melakukan sesuatu. Hal inilah yang membuat imajinasinya muncul dan bisa berkembang dengan baik. Anak kedua juga sangat menyukai fleksibilitas, mereka lebih suka pekerjaan yang dapat membuatnya lebih bebas untuk mengekspresikan diri dan tidak mengikat dari segi waktu ataupun peraturan.
5. Jago Bernegosiasi
Dalam penelitian yang mereka lakukan di tahun 2012, ditemukan fakta bahwa anak tengah seringkali harus bernegosiasi dengan kakak sulung dan adik bungsunya. Selain itu, anak kedua harus pandai berbicara agar ia didengarkan oleh saudara-saudara kandungnya dan fasih dalam menyampaikan poin-poin pendapatnya.
6. Sering Merasa Terasingkan
Fakta anak kedua berikutnya adalah mereka akan merasa terasingkan di dalam keluarganya sendiri. Hal tersebut disebabkan biasanya anak pertama akan memperoleh rasa antusias dan perhatian yang jauh lebih besar dari orangtua karena dianggap paling dewasa dan harus jadi teladan bagi adiknya. Bahkan anak terakhir atau si bungsu juga sering menjadi bahan perhatian yang lebih, karena dianggap paling kecil dan harus mendapatkan bantuan dari kakak-kakaknya. Maka tinggallah anak kedua seorang diri.
7. Susah Diatur dan Cenderung Ambisius
Banyak orang berpendapat dan mengakui bahwa anak kedua merupakan anak yang paling susah diatur karena memiliki ego yang tinggi. Selain itu ketika mereka menginginkan sesuatu, maka mereka akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkannya.
