Larangan Rasisme dalam Islam

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai beberapa waktu lalu menjadi sorotan usai menjadi korban rasisme yang diduga dilakukan oleh Ambroncius Nababan. Tokoh Papua tersebut disandingkan dengan foto gorila di akun Facebook.
Melihat masih banyak yang melalukan tindakan rasisme seperti ini, dalam agama Islam sendiri pun diajarkan untuk tidak melakukan perbuatan tersebut. Sebab, perbuatan rasisme tidak sesuai dengan fitrah manusia mana pun.
Rasisme adalah bentuk perilaku meremehkan, merendahkan, dan menghina orang lain hanya karena berbeda suku, agama, warna kulit, bangsa atau negara.
Agama Islam adalah agama yang mulia. Setiap manusia muslim diharamkan untuk melakukan tindakan rasisme. Jika melihat dari sejarah Islam, Bilal bin Rabah adala seorang mantan budah berkulit hitam. Tetapi, beliau memiliki kedudukan tinggi di antara para sahabat.
Allah SWT mememang menciptakan manusia berbeda-beda. Tapi, bukan untuk saling mengejek melainkan saling mengenal satu sama lain.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 13 yang artinya:
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Selain ayat tersebut, larangan rasisme juga tercantum dalam QS. Ar-Rum ayat 22 yang artinya:
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui."
Bahkan, di agama Islam pula melarang keras bentuk ta'assub, yakni membela serta membabi buta hanya berdasarkan suku, ras, atau bangsa tertentu. Tidak peduli apakah salah atau benar, zalim atau terzalimi.
Dahulu kami pernah bersama Nabi shallallahu'alaihi wasallam di Gaza, Lalu ada seorang laki-laki dari kaum Muhajirin yang memukul pantat seorang lelaki dari kaum Anshar. Maka orang Anshar tadi pun berteriak: ‘Wahai orang Anshar (tolong aku).' Orang Muhajirin tersebut pun berteriak: 'Wahai orang muhajirin (tolong aku).' Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: 'Seruan Jahiliyyah macam apa ini?!.' Mereka berkata: 'Wahai Rasulullah, seorang muhajirin telah memukul pantat seorang dari kaum Anshar.' Beliau bersabda: 'Tinggalkan hal itu, karena hal itu adalah buruk.'" (HR. Al Bukhari)
Untuk menyikapi adanya isu rasisme, ingat kembali bahwa setiap manusia merupakan saudara kita semua.
Allah SWT berfirman dalam QS. Ali-Imran ayat 103 yang artinya:
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk."
Itulah beberapa surat yang ada di dalam Al-Quran yang menjelaskan soal larangan rasisme dalam Islam.
