Masa Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan (907-960)

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Masa ini ialah masa perpecahan yang terjadi selama kira-kira lima puluh tahun setelah Dinasti Tang. Perebutan kekuasaan yang terjadi di Tiongkok Utara telah dimulai pada akhir zaman Dinasti Tang. Pada tahun 960, Dinasti Song dapat mempersatukan kembali Tiongkok.
Song Utara (960-1127)
Walaupun Song berhasil mempersatukan Tiongkok, suku-suku non-Han di utara terus-menerus mencoba untuk merongrong negara yang telah bersatu ini.
Pada masa Song Awal atau Song Utara, hanya beberapa bagian Tiongkok Selatan yang digolongkan dalam masyarakat Sinitik. Diperkirakan pada tahun 1080, kurang dari 30 persen penduduk Guangdong yang termasuk orang Sinitik.
Foto: Forbidden City | www.flickr.com by See-ming Lee
Di tahun 1125, Kaifeng, ibu kota Song, jatuh ke tangan bangsa Tartar, kelompok etnik non-Han yang disebutkan biadab. Peristiwa ini menyebabkan migrasi orang Sinitik ke Tiongkok Selatan. Ibukota Song pindah ke Hangzhou.
Song Selatan (1127-1279)
Perpindahan ibu kota Song ke daerah selatan menyebabkan kemajuan di daerah selatan yang sebelumnya sangat tertinggal dari sisi kebudayaan di Tiongkok. Kedatangan tersebut juga mempengaruhi bahasa orang Tiongkok Selatan.
Untuk menambah produksi pangan di Tiuongkok Selatan, di Fujian ditanam padi berumur pendek dan tahan dari kekeringan. Denagn demikian, produksi pangan di Fujian melonjak sehhingga provinsi tersebut menjadi gudang beras. Huangzhou pun menjadi kota yang padat penduduk dan secara teknologi paling maju.
Orang Hakka yang tidak mendapatkan efek kemakmuran lebanyakan menjadi tentara Song Selatan. Ketika Song Selatan jatuh ke tangan Monggol, banyak tentara meninggal bersama kaisarnya. Di tahun-tahun berikutnya, orang Hakka yang tinggal di Fujian Tenggara bermigrasi ke Meixian.
Dinasti Yuan (1279-1368)
Selama Dinasti Yuan didirikan oleh etnik Monggol di sebelah utara Tiuongkok; Yunnan, wilayah Tiongkok yang paling selatan, dikuasai penuh oleh bangsa Monggol sehingga di sana tergolong berbudaya Sinitik. Ketika Nanchao yang dikuasai orang Tai diduduki orang Mongggol, banyak orang Tai pindah ke wilayah yang sekarag menjadi MuangThai. Monggol tidak hanya menguasai sampai selatan, tetapi juga ke barat samapai India, Persia, Timur Tengah, bahkan Eropa Timur.
Ibu kota Dinasti Yuan, Cambaluc, diramaikan oleh kedatangan berbagai bangsa dari tempat yang jauh. Pada zaman ini, Marco Polo menulis catatan perjalanannya ke Asia Timur tetapi ia tidak banyak menulis tentang bangsa Han.
Ketika Kubilai Khan menjadi kaisar Dinasti Yuan, terjadi peristiwa pasukan Yuan ke Nusantara untuk menagih upeti kepada Kertanegara yang berkuasa di wilayah Jawa Timur sekarang, tetapi ia menolak.Pada tahun 1309 dikirim pasukan untuk membunuh Kertanegara. Dalam perjalanan, mereka terserang badai di laut sehingga nersinggah di Bangka. Akhirnya setelah tertunda lama, mereka tiba di Tuban, tetapi Kertanegara sudah terbunuh. Ketika mereka kembali ke Tiongkok, beberapa orang Han ada yang menetap dan membaur dengan penduduk Majapahit.
Dinasti ini hancur akibat perang saudara yang muncul karena kaisar-kaisarnya yang tidak bisa memegang seluruh wilayahnya secara efektif.
Foto: Peninggalan Kekaisaran Tiongkok | www.flickr.com by Jim Johnson
Dinasti Ming (1368-1644)
Dinasti ini ddirikan oleh Zhu Yuanzhangi yang berasal dari etnik Han, setalah dinasti sebelumnya dikuasai oleh orang Monggol. Ia memindahkan ibu kota dari Beijing ke Nanjing.
Di tahun pertama, kaisar Ming berusaha keras memperluas wilayah dan menjaga keamanan dari etnik pinggiran. Ketika ibu kota berpindah ke Nanjing, kaisar pertama Ming mengirimkan banyak penduduk Nanjing dan sekitarnya ke Yunnan, dan menggantikannya dengan orang-orang berbahasa Wu dari daerah dekat Nanjing. Dinasti Ming tidak berhasil mengendalikan wilayah Asia Tengah dan Utara seperti yang dilakukan dinasti-dinasti sebelumnya.
Tahun 1403 ibu kota Ming kembali ke Beijing. Tahun 1405, seorang Muslim dari Yunnan bernama Zheng He diutus kaisar dan berlayar sampai tujuh kali ke Asia Tenggara, salah satunya Nusantara
Pada awal abad ketujuh belas, kerajaan Ming sudah mulai menunjukkan kemerosotan kewibawaannya dan pada tahun 1644 terbentuk dinasti baru.
