Memahami Sopan Santun dalam Kehidupan Sehari-hari Menurut Ajaran Islam

All about hijab.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tata krama adalah aturan berperilaku dan bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang seseorang dapatkan dari tata krama yaitu menjadi lebih menghargai dan menghormati orang lain.
Tata krama terdiri atas kata tata dan krama. Tata berarti adat, aturan, norma, dan peraturan. Sementara krama, berarti sopan santun, kelakuan, tindakan, dan perbuatan. Jadi, tata krama merupakan adat sopan santun atau kebiasaan sopan santun.
Di zaman sekarang, jika membahas tentang tata krama, ternyata masih banyak anak-anak yang kurang memiliki etika, misalnya untuk mengucapkan terima kasih. Maka dari itu, tata krama sudah harus dilatih saat masih kanak-kanak oleh orangtua.
Lantas, kenapa sih sopan santun dalam kehidupan sehari-hari itu penting?
Dalam dunia pergaulan, kamu pasti mengenal "basa-basi" yang bisa saja dianggap sebagai bagian dari adab sopan santun. Bahkan, dalam ajaran Islam pun dikenal apa yang dinamai mudarah atau bersikap lemah lembut, menampilkan senyum, dan berbicara halus terhadap seseorang yang sikapnya buruk.
Ada kisah menarik dari masa lalu, bahwa suatu ketika ada seseorang yang meminta izin menemui Nabi Muhammad SAW. Beliau pun mengizinkannya. Tapi sebelumnya, Nabi Muhammad SAW telah menceritakan peringai atau sikap buruk orang tersebut kepada istrinya, Aisyah. Setelah yang bersangkutan pergi, Aisyah bertanya, "Wahai Nabi! Engkau tadi (di hadapanku) telah berucap (buruk) menyangkut perangai orang itu, tetapi engkau tetap berlemah lembut terhadapnya."
Nabi Muhammad SAW menjawab, "Sesungguhnya orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah adalah siapa yang ditinggalkan oleh manusia karena ingin menjauhi keburukannya." (HR Muslim)
Dari hadis tersebut, mengapa Islam mengedepankan sopan santun?
Prof. M Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul "Yang Hilang Dari Kita; Akhlak" menyebutkan bahwa Islam adalah akhlak luhur. Penekanan ini antara lain karena dengan akhlak dan sopan santun akan tercipta keharmonisan hubungan dan kedamaian di bumi.
Damai adalah dambaan setiap makhluk. Dengan sopan santun, permusuhan dapat dihindari, bahkan permusuhan dapat berubah menjadi pertemanan yang akrab.
Allah SWT berfirman dalam QS. Fushshilat ayat 34 yang artinya:
"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia."
Menurut Quraish, sopan santun adalah apa yang dilihat oleh banyak orang. Norma dan praktiknya pun bersumber dari kebiasaan masyarakat. Sedangkan akidah yang tempatnya adalah hati. Ibadah yang tidak selalu diperlihatkan ke banyak orang, akan menjadi rahasia seorang hamba dengan Allah SWT.
Jadi, memiliki sopan santun yang merupakan bagian dari tata krama sangat penting untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Sebab, apa saja yang tampak di permukaan, itulah yang dapat menjadi indikator utama tentang baik atau buruknya seseorang.
Lewat sopan santun pula, kamu dapat mewujudkan hubungan harmonis dan kedamaian di bumi ini.
