Memaknai Arti Jihad dalam Islam
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak orang yang masih salah memahami makna jihad sebenarnya. Jihad sejak dahulu kala sudah melekat bagi mereka yang terjun ke medan perang. Tapi, apakah jihad itu harus selalu berperang?
Dilansir dari laman MUI.or.id, jihad merupakan kata serapan dari bahasa Arab yang artinya mengerahkan segenap potensi diri untuk melakukan sesuatu kebenaran.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 78 yang artinya:
"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya...."
Tidak tepat rasanya, jika jihad selalu digambarkan sebagai mereka yang terjun ke medan perang. Istilah jihad juga diperkenalkan Rasulullah SAW sebagai sebuah upaya pengendalian diri dari hawa nafsu.
"Jihad yang paling utama adalah berjihad berjuang melawan hawa nafsu.” (ibnu Najjar dari Abu Dzarr)
Dalam Islam, jihad bukan hanya bermakna mereka yang terjun dalam peperangan, tetapi juga berjuang dan berusaha melawan penindasan dan kezaliman, seperti korupsi, pemerkosaan, dan human trafficking. Bahkan, berbakti kepada orangtua dan menuntut ilmu juga termasuk dalam jihad, lho.
Sebenarnya, siapa saja bisa berjihad termasuk orang kafir.
Allah SWT berfirman dalam QS. Luqman ayat 15 yang artinya:
"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
Namun kembali lagi, benar seperti apa yang dikatakan Rasulullah SAW, jihad yang paling besar adalah melawan hawa nafsu. Jika kita bisa mengendalikan hawa nafsu, maka semua akan berada dalam jalan yang lurus, bukan melakukan hal-hal yang membuat dosa.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Furqon ayat 52 yang artinya:
"Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar."
Jadi, dapat disimpulkan kalau jihad yang paling penting adalah bagaimana mengangkat martabat manusia bukan menurunkan martabat kemanusiaan, seperti damai dan saling menghormati. Dalam konteks Islam, jihad adalah melawan kecenderungan kejahatan dalam diri.

