Konten dari Pengguna

Memang Ada Prasangka Buruk yang Diperbolehkan?

Hijab Lifestyle

Hijab Lifestyle

All about hijab.

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi orang yang saling berprasangka buruk. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang yang saling berprasangka buruk. Foto: Shutterstock

Allah SWT memang melarang umat-Nya untuk berprasangka buruk kepada orang lain. Sebab, itu adalah akhlak tercela dan dilarang dalam agama Islam.

Allah SWT berfirman dalam QS. al-Hujurat ayat 12 yang artinya:

"Jauhilah kalian dari kebanyakan persangkaan, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa...."

Namun, tahukah kamu bahwa ada prasangka buruk yang diperbolehkan. Apa itu?

Dilansir dari berbagai sumber, Syaikh As Sa'di menjelaskan bahwa dalam QS. Al-Hujurat ayat 12, Allah SWT jelas-jelas melarang prasangka buruk terhadap sesama Muslim, karena di dalam ayat tersebut tertera bahwa 'sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa'. Artinya, prasangka buruk yang dimaksud jika tidak sesuai dengan fakta dan bukti-bukti. Jadi, jika suatu prasangka didasari oleh bukti-bukti dan fakta yang jelas, maka tidak termasuk "sebagian prasangka" yang dilarang.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz mengatakan, "Maka yang menjadi kewajiban seorang Muslim adalah hendaknya tidak berprasangka buruk kepada saudaranya sesama Muslim kecuali dengan bukti. Tidak boleh meragukan kebaikan saudaranya atau berprasangka buruk kepada saudaranya kecuali jika ia melihat pertanda-pertanda yang menguatkan prasangka buruk tersebut, jika demikian maka tidak mengapa."

Jadi, dapat disimpulkan bahwa prasangka yang didasari oleh bukti-bukti atau sebab-sebab yang menguatkan tuduhan itu dibolehkan.

Semoga informasi ini bermanfaat, ya!