Mempelajari Lebih Jauh Tentang Gempa Bumi

Hijab Lifestyle
All about hijab.
Konten dari Pengguna
11 Oktober 2018 10:47 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Assalamualaikum sahabat hijab, belakangan ini Indonesia sedang berduka karena terjadi gempa bumi di beberapa wilayah. Gempa bumi tersebut tidak hanya menelan harta benta namun banyak menelan korban jiwa. Mulai dari Palu dan Donggala, hingga gempa yang menguncang Situbondo beberapa saat lalu. Tahukah kamu sahabat, bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan terjadi gempa bumi karena Indonesia terletak diantara tiga lempengan yaitu Lempeng Benua Eurasia, Lempeng Samudera Indo-Australia dan Lempeng Samudera Pasifik. Secara umum gempa bumi adalah pergerakan kerak bumi yang diakibatkan adanya tekanan dari dalam inti bumi. Agar lebih jelasnya simak beberapa uraian berikut ini ya sahabat.
Ilustrasi Gempa Bumi | ShutterStock
ADVERTISEMENT
1. Berdasarkan Lokasinya
Gempa bumi berdasarkan lokasinya dibagi menjadi dua, yaitu darat dan laut. Gempa bumi di darat terjadi akibat adanya patahan atau lipatan di darat. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, tetapi mampu menghancurkan gedung, bahkan membuat kebakaran pada kota. Sedangkan gempa bumi di laut terjadi akibat adanya patahan atau lipatan di dasar laut. Gempa bumi memiliki potensi menciptakan tsunami.
2. Berdasarkan Penyebabnya
Terdapat lima jenis gempa bumi berdasarkan penyebabnya, yaitu gempa tektonik, vulkanik, runtuhan, benturan, dan perilaku manusia. Gempa tektonik adalah gempa yang terjadi akibat bergesernya lempeng-lempeng yang ada di dunia. Gempa vulkanik adalah gempa yang terjadi pra dan pasca letusan gunung api. Gempa bumi yang diakibatkan runtuhan, adalah gempa bumi yang terjadi akibat adanya longsor. Gempa akibat benturan biasanya terjadi karena benturan dari meteor yang jatuh ke bumi. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia bisa terjadi karena bom atau pertambangan.
ADVERTISEMENT
3. Berdasarkan Kedalamannya
Gempa bumi yang berasal dari kedalaman 300 km dari permukaan bumi, dianggap sebagai gempa bumi dalam dan hanya terdeteksi melalui seismograf. Sedangkan gempa yang berada pada jarak 60 km dari atas permukaan bumi, disebut sebagai gempa bumi menengah, yaitu gempa yang menimbulkan getaran yang sifatnya ringan. Gempa bumi dangkal, yaitu gempa yang terjadi pada kedalaman di atas 60 km di atas permukaan bumi dan sangat dirasakan oleh manusia, serta bisa menimbulkan kerusakan.
4. Berdasarkan Gelombang
Gempa bumi ini dibagi menjadi dunia, yaitu primer dan sekunder. Gempa yang berdasarkan gelombang primer, adalah gempa yang bersifat merambat, berasal dari pusat gempa dengan kecepatan hingga 14 km per detik. Gempa ini menjadi gempa permulaan, sebelum gempa susulan. Gempa dengan gelombang sekunder memiliki kecepatan yang lebih lambat. Gempa ini biasanya susulan dari gempa primer
ADVERTISEMENT