Mengenal 4 Mazhab dalam Ilmu Fikih (Part 1)

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Islam, ada empat mazhab fikih utama, yaitu mazhab Hanafi, mazhab Maliki, mazhab Syafi'i, dan mazhab Hanbali. Sebelum masuk dalam pembahasan, sebenarnya apa maksud dari mazhab itu sendiri?
Mazhab berasal dari bahasa Arab yang berarti jalan yang dilalui atau dilewati. Banyak ulama Islam pun berpendapat mazhab sebagai metode yang dipakai setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang menjalaninya dan menjadikannya sebagai pedoman.
Pada dasarnya, keempat mazhab tersebut dapat diikuti oleh seluruh umat Islam karena telah memenuhi syarat mujtahid, serta ilmu, amal, dan akhlak yang mereka miliki.
Untuk itu, dilansir dari berbagai sumber, yuk simak lebih rinci lagi mengenai keempat mazhab yang terkenal dalam Islam.
1. Mazhab Hanafi
Mazhab Hanafi didirikan oleh Abu Hanifah Nu'man bin Tsabit. Ulama besar yang dikenal Hanafi itu lahir di Kufah pada tahun 80 H dan wafat sekitar tahun 150 H. Termasuk dalam keturunan bangsa Persia dan menetap di Irak, beliau adalah seorang yang ahli dalam ilmu fikih.
Dalam kisahnya, beliau dikenal sebagai ulama yang cerdas pengasih, ahli tahajud, dan fasih dalam membaca Al-Qur'an. Mazhab ini dikenal sebagai mazhab ahli qiyas (akal). Sebab, metode pelajaran yang digunakan lebih banyak mengoptimalkan logika dan banyak berdiskusi dan merangsang logika.
Dasar yang dipakai oleh mazhab Hanafi adalah sunah, Al-quran dan fatwa para sahabat yang merupakan penyampai. Selain itu, Imam Hanafi pun menggunakan kesepakatan para mujtahid mengenai suatu kasus hukum.
Mazhab Hanafi menjadi salah satu mazhab yang cukup berkembang dan terkenal di berbagai pelosok. Namun, jika dikategorikan, mazhab ini tersebar di daerah yang memiliki tradisi berbeda. Mazhab Hanafi sempat beberapa saat menjadi mazhab resmi Dinasti Abbasiyah. Pun tersebar di berbagai negara yang dikuasai Dinasti Otonom, daerah Anatolia (Asia Tengah), India, Turkistan, Asia Tengan, dan berkembang di Suriah.
Perlu diingat, mazhab Hanafi juga bahkan sempat dijadikan mazhab negara ketika pemerintahan Muhammad Ali (1805-1849).
2. Mazhab Maliki
Mazhab Maliki yang didirikan oleh Malik bin Anas bin Abi Amir al-Ashabi atau Imam Malik, lahir di Madinah pada 93 H. Selain mazhab Hanafi, Imam Malik tak kalah populer dan terpercaya. Imam Malik pernah menguasai fatwa Umar bin Khatab, Abdullah bin Umar bin Khathab, dan Aisyah binti Abu Bakar.
Sebelum menjadi seorang ulama yang terkemuka, Imam Maliki sudah sejak lama belajar dari Ribiah, seorang ulama pada waktu itu. Di samping itu, beliau juga mempelajari ilmu fikih dari para sahabat. Beliau cukup tekun dan giat hingga tumbuh menjadi seorang ulama terpandangan dalam bidang fikih dan membagikan ilmu tersebut kepada orang lain.
Mazhab Maliki dikenal dengan mazhab ahli hadis. Bahkan, Imam Malik lebih mengutamakan perbuatan ahli Madinah dibanding hadis yang diriwayatkan oleh perorangan. Uniknya, dalam pemikiran beliau, ia percaya kalau ahli Madinah mustahil berbuat sesuatu yang bertentangan dengan perbuatan Rasul.
Kitab besar Imam Malik adalah Al-Muwatta’, yang berisi tentang hadis-hadis dalam tema fikih yang pernah dibahas Imam Malik, seperti praktik penduduk Madinah, pendapat tabiin, dan pendapat sahabat tabiin.
Yap, tak dapat dipungkiri kalau Imam Malik adalah ulama yang cukup populer. Beliau wafat pada 179 H.
Simak pembahasan lanjutan dari artikel ini, ya.
