Mengenal 4 Mazhab dalam Ilmu Fikih (Part 2)

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ini adalah lanjutan dari artikel Mengenal 4 Mazhab dalam Ilmu Fikih
3. Mazhab Syafi’i
Tak kalah terkenal dari dua mazhab sebelumnya, Mazhab Syafi’i adalah seorang mufti besar Sunni Islam. Selain pendiri mazhab Syafi’i, ia memiliki nama lengkap, yakni Muhammad bin Ideis asy-Syafi’i al Muththalibi al-Quraisy. Dilahirkan di Gaza pada 150 H atau bertepatan dengan wafatnya Imam Abu Hanifah.
Imam Syafi’i tumbuh dalam keadaan yatim dari keluarga yang tidak kaya. Namun, keadaan itu tidak membuat dirinya rendah diri, apalagi malas. Sejak kecil atau tepatnya saat berusia 7 tahun, beliau sudah menghafal Al-Qur’an dan giat belajar ilmu fikih dengan banyak ulama.
Lama tinggal di Mekah, ia memutuskan pergi di usia 20 tahun untuk memperdalam ilmu fikih. Beliau bahkan diajar oleh murid Imam Hanafi ketika berada di Irak.
Imam Syafi’i telah menulis beberapa kitab, yakni Al-um, Amali Kibra, Kotab Risalah, Ushul Al-Fiqih. Imam Syafi’i termasuk sebagai orang pertama yang mempelopori penulisan.
Dalam perjalanan hidupnya, beliau sangat berikhtiar dalam menyatukan mazhab terpadu, yaitu mazhab hadis dan mazhab qiyas. Hal tersebut termasuk dalam keistimewaan yang dimiliki Imam Safi’i. Selain itu kepandaiannya dalam berdiskusi dan selalu menonjol menjadi daya pikat tersendiri.
Di antara kalangan penganut mazhab Syafi'i, dikenal dengan metode maslahat atau penerapan hukum yang berdasarkan kepentingan umum.
4. Mazhab Hanbali
Yang terakhir adalah mazhab Hanbali yang didirikan oleh Ahmad bin Muhammad bin Hambal atau dikenal Imam Hanbali. Seorang ahli teologi, beliau lahir di Baghdad pada 164 H dan wafat pada 238 H.
Pada masa muda, Imam Hanbali pernah berguru dengan Abu Yusuf dan Imam Syafi’i. Sama seperti ketiga mazhab lainnya, corak pemikirannya juga berdasarkan pada kitab suci Al-Quran, sunah, dan ijtihad.Namun, sesekali beliau juga menggunakan hadis Mursal dan qiyas.
Sejak kecil, ia telah tumbuh menjadi pribadi dengan sifat yang mulia, menarik,dan penuh simpati. Minatnya terhadap ilmu pengetahuan kian bertambah sehingga belajar banyak dari para sahabat Nabi dan tabi;in. Tak beda dari yang lain, beliau juga termasuk sebagai penghafal Al-Quran sejak kecil.
Karena sangat menunjukkan minat di bidang pengetahuan, beliau pergi ke Basrah dan bertemu dengan Imam Syafi’i, juga melanjutkan perjalanan ke Yaman dan Mesir dalam menuntun ilmu lebih dalam. Imam Hanbali pun akhirnya telah banyak meriwayatkan hadis yang sudah sahih. Oleh karena itu, beliau berhasil menulis kitab hadis yang cukup terkenal, yakni Musnad Ahmad Hambali.
Dalam kisah hidupnya, Imam Hambali yang terkenal sebagai ilmu fiqih pernah dipenjara di masa pemerintahan Abbasiyah, karena sependapat dengan opini yang mengatakan bahwa Al-Quran adalah makhluk.
Begitulah sedikit kisah tentang keempat mazhab yang cukup terkenal dalam ilmu fikih. Semoga bermanfaat, ya.
