Tekno & Sains
·
10 Februari 2021 12:55

Mengenal Al-Battani, Ahli Astronomi Jauh Sebelum Teleskop Ditemukan

Konten ini diproduksi oleh Hijab Lifestyle
Mengenal Al-Battani, Ahli Astronomi Jauh Sebelum Teleskop Ditemukan (61680)
Ilustrasi Al-Battani, seorang astronom dan ahli matematika. Foto: Youtube/ Mehmet Ali ŞENOL
Al-Battani, yang dikenal dengan nama Latin Albategnius, adalah seorang astronom dan ahli matematika Arab yang lahir pada 858 M di Harran, negara bagian Battan atau saat ini Turki modern. Dia sering dianggap sebagai salah satu astronom Islam terbesar. Penemuannya di bidang astronomi dan trigonometri memainkan peran penting dalam kemajuan sains di Abad Pertengahan.
ADVERTISEMENT
Al-Battani dulu tinggal di antara komunitas sekte Sabian, yang merupakan pemuja bintang, atau disebut dengan Harran. Hal tersebut menimbulkan motivasi bagi masyarakat untuk mempelajari astrologi dan astronomi. Sabian telah menghasilkan astronom dan matematikawan hebat, seperti ilmuwan terkenal Thabit ibn Qurra.
Pada awalnya, Al-Battani dididik oleh ayahnya sendiri, Jabir ibn Sinan, yang juga merupakan seorang ilmuwan terkenal dan pembuat instrumen di Harran. Dia kemudian menerima pendidikan lanjutan di ar-Raqqah, Suriah.
Al-Battani membuat pengamatan astronomi yang sangat akurat di Antiokhia dan ar-Raqqah di Suriah. Kota ar-Raqqah, tempat sebagian besar pengamatan al-Battani dilakukan, menjadi makmur ketika Khalifah Harun al-Rasyid membangun beberapa istana di sana.
Mengenal Al-Battani, Ahli Astronomi Jauh Sebelum Teleskop Ditemukan (61681)
Ilustrasi Al-Battani, seorang astronom dan ahli matematika. Foto: Youtube/ Mehmet Ali ŞENOL

Apa karya dan prestasi utama Al-Battani?

Al-Battani terkenal karena ia ahli dalam bidang Matematika. Dia diduga menciptakan penggunaan rasio trigonometri yang masih digunakan saat ini. Al-Battani menggunakan metode trigonometri daripada metode geometris, yang diperkenalkan oleh Ptolemeus. Al-Battani juga memperkenalkan Konsep Cotangent.
ADVERTISEMENT
Joseph Hell, seorang penemu dan insinyur Hongaria, berkomentar bahwa "dalam domain trigonometri, teori Sinus, Kosinus, dan garis singgung adalah pusaka bangsa Arab."
Perkembangan trigonometri dan pemahaman tentang bintang-bintang memainkan peran penting dalam kehidupan umat Islam, yang kemudian dapat menghitung dengan tepat posisi mereka di bumi dan berdoa ke arah Mekah.
Tak hanya sampai disitu, Al-Battani membuat katalog 489 bintang dan menghitung panjang tahun matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 48 menit dan 24 detik. Dia juga telah membuktikan kemungkinan terjadinya gerhana matahari annular serta gerhana total dengan menunjukkan bahwa jarak terjauh Bumi dari Matahari bervariasi.

Kontribusi Al-Battani

Karya Al-Battani memiliki pengaruh besar pada ilmuwan seperti Tycho Brahe, Kepler, Galileo dan Copernicus. Bukunya yang terkenal, Kitab az-Zij (Book of Astronomical tables) diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dengan nama De Motu Stellarum (On the Motion of the Stars) oleh Plato dari Tivoli pada tahun 1116. Karyanya diterbitkan ulang pada tahun 1537 dan 1645.
ADVERTISEMENT
Copernicus dalam bukunya De Revolutionibus Orbium Clestium mengungkapkan jasa Al-Battani yang luar biasa, karena Al-Battani mampu menghasilkan pengukuran gerak matahari yang lebih akurat daripada Copernicus sendiri.
Perlu juga dicatat bahwa metode trigonometri yang diperkenalkan saat itu bahkan berfungsi sebagai dasar bagaimana sistem GPS bekerja saat ini. Kontribusi Al-Battani terhadap sains benar-benar besar. Bahkan, NASA menamai sebuah kawah di Bulan dengan nama Kawah Albategnius untuk menghargai jasa Al-Battani.
Mengenal Al-Battani, Ahli Astronomi Jauh Sebelum Teleskop Ditemukan (61682)
Ilustrasi karya Al-Battani. Foto: Youtube/ Mehmet Ali ŞENOL