Mengenal Al-Jahiz, Bapak Teori Evolusi Sebelum Charles Darwin

All about hijab.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siapa yang tak kenal Charles Darwin? Ilmuwan asal Inggris itu digadang-gadang menemukan teori evolusi makhluk hidup. Satu bukunya yang paling terkenal On the Origin of Species (1859) mengemukakan bahwa semua spesies berasal dari nenek moyang bersama. Namun, jauh sebelum Darwin, ada seorang ilmuwan Islam yang menyampaikan teori evolusi. Siapakah dia?
Abu Uthman ibn Bahr al-Kinani al-Basri, atau juga dikenal sebagai Al-Jahiz, adalah seorang pemikir Muslim keturunan Ethiopia. Ia lahir pada tahun 776 di Basra, kota terbesar kedua di Irak. Meski keluarganya sangat miskin, itu tidak menghentikan Al-Jahiz untuk mencari ilmu tentang berbagai topik seperti puisi, filologi, dan leksikografi Arab.
Ilmu yang didapat dan keinginannya untuk belajar kemudian menghasilkan lebih dari 200 buku, meskipun sayangnya hanya sekitar 30 buku yang bertahan. Buku paling terkenal adalah Kitab al-Hayawan (Buku Hewan). Tak hanya mendeskripsikan lebih dari 350 jenis hewan, ia juga melakukan observasi pribadi dan memperkenalkan konsep evolusi biologis dalam buku itu.
Setelah mengamati hewan dan serangga, Al-Jahiz yakin pasti ada beberapa mekanisme yang memengaruhi evolusi hewan. Karya dan pemikirannya bahkan ada 1.000 tahun sebelum Charles Darwin. Al-Jahiz menulis tentang tiga mekanisme utama, yaitu perjuangan makhluk untuk tetap hidup, transformasi spesies satu sama lain, dan faktor lingkungan.
"Hewan terlibat dalam perjuangan untuk bertahan hidup, dan untuk sumber daya, untuk menghindari mangsa, dan berkembang biak,"
"Faktor lingkungan memengaruhi organisme untuk mengembangkan karakteristik sebagai upaya kelangsungan hidup, sehingga mengubahnya menjadi spesies baru. Hewan yang berkembang biak dapat menurunkan karakteristik kepada keturunannya."
Bagi Al-Jahiz, selalu ada satu spesies yang lebih kuat dari yang lain. Ketika spesies ingin bertahan hidup, maka mereka harus mengembangkan karakteristik baru. Karakteristik baru ini membantu spesies beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan menciptakan spesies baru.
Meski mekanismenya sangat ilmiah, Al-Jahiz menambahkan aspek spiritual ke dalam temuannya. Pembaca harus menghargai kompleksitas dan keajaiban ciptaan Tuhan, seperti yang ia tulis:
"... Ular sangat suka makan tikus. Mereka mempertahankan diri dari bahaya berang-berang dan hyena; yang lebih kuat dari diri mereka. Hyena dapat menakuti rubah, dan yang terakhir menakuti semua hewan yang lebih rendah darinya. Ini adalah hukum bahwa beberapa makhluk hidup adalah makanan bagi makhluk laim... Semua hewan kecil memakan yang lebih kecil; dan semua hewan besar tidak bisa makan yang lebih besar. Manusia dengan satu sama lain seperti hewan... Tuhan membuat tubuh hidup ... "
Buku Hewan bukanlah satu-satunya karya besar yang ditulis oleh Al-Jahiz. The Book of Misers adalah karya lain yang berisi ensiklopedia sosial, sastra dan sejarah. Tak hanya itu, Al-Jahiz juga menulis buku tentang psikologi manusia dan bahasa. Dia terkadang menambahkan anekdot lucu dalam karya ilmiahnya.
Al-Jahiz menghembuskan napas terakhirnya pada tahun 868. Tidak jelas bagaimana dia meninggal, tetapi tak ada keraguan bahwa karyanya menyumbang pengetahuan sejak dulu hingga kini. Terkadang, putra penjual ikan itu disebut sebagai "Bapak Teori Evolusi".
