Konten dari Pengguna

Mengucapkan 'Sumpah Demi Rasulullah' Tergolong Orang Syirik

Hijab Lifestyle

Hijab Lifestyle

All about hijab.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Al-Quran. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Al-Quran. Foto: Pixabay

Dalam kehidupan sehari-hari, pasti kita sering kali menemukan kasus dengan mempermainkan sumpah, yang diucapkan untuk tujuan mengklaim tidak bersalah. Bahkan, kasus-kasus seperti itu kadang membawa-bawa nama Rasulullah dan Allah SWT.

Kalimat "Sumpah demi Rasulullah" atau "Sumpah demi Allah" memang kerap didengar atau diucapkan untuk meyakinkan seseorang bahwa dirinya tidak bersalah. Padahal, bisa saja salah.

Lantas, bagaimana sebenarnya menggunakan kalimat "Sumpah demi Rasulullah'?

Bersumpah adalah suatu bentuk pengagungan terhadap dzat yang disebutkan dalam sumpah tersebut. Bersumpah atas nama Allah SWT, termasuk dalam bentuk mengagungkan-Nya. Maka, tidak masalah jika seseorang mengucapkan "Sumpah demi Allah" asalkan bukan untuk bahan bercandaan, harus hati-hati dan jangan jadikan sumpah sebagai hiasan tuturmu.

Mengucapkan "Sumpah demi Allah" termasuk hal yang sakral. Hal ini tercantum dalam QS. Al-Maidah ayat 89 yang artinya:

"Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)."

Namun, setiap manusia haruslah menjaga lisannya dari pada banyak bersumpah. Kalimat sumpah bisa dianggap sebagai pembatas bagi peuturnya untuk tidak melanggar. Oleh karena itu, mengucapkan sumpah tidak boleh sembarangan.

Lalu, bagaimana dengan kalimat "Sumpah demi Rasulullah"?

Dilansir dari berbagai sumber, sebenarnya kalimat "Sumpah demi Rasulullah" dilarang keras karena termasuk syirik. Rasulullah SAW melarang siapa pun untu bersumpah dengan menyebut selain Allah SWT.

"Barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah maka dia telah melakukan kesyirikan." (HR Abu Daud)

Jadi, dapat disimpulkan bahwa bersumpah dengan menyebut selain Allah SWT dinilai sebagai tindakan lancang kepada-Nya. Makanya, bersumpah dengan selain Allah tergolong syirik, sekalipun itu bersumpah atas nama Rasulullah.