Menyongsong Akhlakul Karimah Versi Rasulullah SAW

All about hijab.
Tulisan dari Hijab Lifestyle tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jika ada kepribadian yang pernah hidup di muka bumi ini yang lengkap dalam segala hal dan yang hidupnya dapat menjadi mercusuar pedoman bagi orang-orang dari setiap lapisan masyarakat, maka kepribadian itu tidak dapat disangkal adalah kepribadian Rasulullah SAW.
Nabi Muhammad adalah suri tauladan sebaik-baiknya bagi umat, sehingga menempatkan utusan terakhir Allah SWT itu lebih tinggi dalam hal karakter manusia. Menurut situs Quran Reading, berikut budi pekerti baik yang dimiliki oleh Rasulullah SAW sebagai contoh bagi seluruh umat Muslim untuk diterapkan pada kehidupan sehari-sehari.
Perangai
Rasulullah SAW adalah contoh perilaku yang baik. Setiap tindakan yang beliau lakukan dalam hidup mewakili moral dan perilaku tertinggi yang dapat ditunjukkan oleh manusia. Dia adalah makhluk ideal dalam hal sopan santun dan etika yang belum pernah dilihat dunia. Seperti yang dicatat oleh salah satu rekan tentang sopan santun Rasulullah SAW:
“Nabi SAW tidak mengumpat, tidak berbuat kasar, dan tidak mengutuk siapa pun. Jika pada akhirnya beliau ingin menegur seseorang, dia akan berkata:
‘Apa yang salah dengan dia, semoga debu mengotori wajahnya!’ ” (Bukhari)
Selera Humor
Orang-orang mengira bahwa menjadi pemimpin agama Islam, Nabi Muhammad SAW sama sekali tidak memiliki humor. Faktanya, beliau bisa saja melucu, tetapi tidak melanggar apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, seperti tidak vulgar, tidak merendahkan atau tidak mengolok-olok seseorang.
“Suatu ketika seorang pria meminta Muhammad SAW untuk menunggangi hewan peliharaannya. Rasulullah SAW menjawab bahwa beliau akan memberinya bayi unta, padahal pria tersebut hanya melihat unta dewasa. Kemudian, Rasulullah SAW menjawab:
‘Bukankah yang melahirkan seekor anak unta itu seekor unta betina?’ ” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).
Pecinta perdamaian
Agama Islam sendiri mengajarkan kedamaian dan Nabi Muhammad SAW adalah pecinta perdamaian. Dia ingin orang hidup rukun dan selalu mendorong orang menyelesaikan perbedaan mereka dengan memilih jalur perdamaian, daripada melakukan kekerasan. Dalam salah satu hadits, Nabi SAW bersabda:
“Mari kita pergi untuk menyelesaikan situasi dan membuat perdamaian di antara mereka.” (Bukhari)
Oleh karena itu, umat Islam harus menyebarkan pesan perdamaian dengan memberikan contoh dari tindakan yang Rasulullah SAW lakukan untuk memastikan tidak adanya permusuhan.
Lembut dan baik kepada anak-anak
Nabi SAW selalu memperlakukan anak-anak dengan kebaikan dan belas kasihan. Dia selalu menikmati kebersamaan dan bermain dengan anak-anak. Salah satu contohnya dapat dilihat dari kehidupan Nabi SAW:
“ ‘Aku akan memberikan ini dan itu (yaitu hadiah atau lebih) kepada orang (anak-anak) yang datang kepadaku lebih dulu’.
Jadi mereka biasa balapan dan jatuh di punggung dan dada Rasulullah SAW.” (Ahmad)
Ini menunjukkan perlakuan Nabi Muhammad mengajarkan orang tua untuk mencintai dan merawat anak-anak mereka.
Kemurahan hati
Kemurahan hati adalah ciri lain dari kepribadian Muhammad SAW. Dia adalah orang paling dermawan yang pernah ada. Dia lebih memilih orang lain daripada dirinya sendiri dan selalu memenuhi kebutuhan siapa pun yang datang kepada Rasulullah SAW. Salah satu rekannya bercerita:
“Nabi SAW tidak menolak untuk memberikan apapun yang dia miliki kepada seseorang jika dia memintanya.” (Bukhari)
Kemurahan hatinya adalah sesuatu yang harus dicita-citakan oleh umat Islam dan menyebarkan teladan tersebut kepada orang lain, sehingga dunia bisa menjadi tempat yang diisi oleh orang-orang yang suka menolong.
Memuliakan wanita
Nabi Muhammad SAW memperhatikan hak-hak wanita dan memerintahkan para pengikutnya untuk memberikan perlakuan khusus kepada wanita dengan memberi mereka penghormatan dan persamaan hak yang seharusnya mereka miliki. Dalam salah satu hadits berkata:
“Siapapun (membesarkan) dua gadis sampai mereka dewasa, akan berada di dunia berikutnya bersamaku, seperti dua jariku yang bergabung satu sama lain.” (Abu Dawud)
Cerita tersebut menunjukkan kepedulian yang Rasulullah SAW miliki terhadap wanita dan hak-hak mereka.
